Sabtu, 2 Agustus 2014

Wawali Ambon instruksikan pantau material diduga emas

Senin, 23 Juli 2012 21:06 WIB | 1.869 Views
Ambon (ANTARA News) - Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Sam Latuconsina menginstruksikan Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (PDL) setempat agar memantau aktivitas penggalian material berupa batuan dan tanah diduga mengandung emas di Batu Gajah, kecamatan Sirimau.

"Saya telah instruksikan kepala kantor PDL, Ny. Lusia Izaack agar mengarahkan stafnya memantau aktivitas penggalian tersebut karena dikhawatirkan terjadi hal - hal tidak diinginkan," katanya, di Ambon, Senin.

Pertimbangannya areal ini merupakan daerah rawan longsor akibat kondisi tanahnya yang retak-retak, sehingga menyebabkan rumah penduduk terancam ambruk. Warganya pernah diungsikan ke gedung serbaguna milik PT. PLN (Persero) wilayah IX Maluku dan Maluku Utara.

Apalagi lokasinya berada di posisi lereng bukit dengan kemiringan antara 40 - 50 derajat, sehingga masyarakat sangat khawatir dengan ancaman bencana longsor yang terus terjadi sampai saat ini, terutama pada musim hujan.

"Jadi kantor PDL lakukan pemantauan, selanjutnya menyampaikan telaah kepada Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy guna memutuskan langkah penanganan selanjutnya," ujar Wawali.

Dia juga menyarankan kanrtor PDL agar berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku untuk melakukan kajian guna memutuskan material batuan maupun tanah tersebut mengandung emas atau bukan.

"Terpenting kita belajar dari penambangan emas tanpa izin (Peti) di kawasan Gunung Botak, desa Wamsaid, kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru yang kenyataannya menimbulkan berbagai dampak negatif di berbagai sektor," kata Wawali.

Kadis ESDM Maluku, Bram Tomasoa belum berani menyampaikan pernyataan karena lokasi penggalian tersebut merupakan kewenangan Pemkot Ambon.

"Sekiranya dikoordinasikan oleh Pemkot Ambon, maka Dinas ESDM siap melakukan analisasi geologi terhadap batuan maupun tanah yang saat inin ramai digali masyarakat," ujarnya.

Dia juga belu bisa memastikan galian tersebut benar mengandung emas atau perit (senyawa besi dan belerang) yang warnanya kekuningan, namun lama kelamaan berubah menjadi agak hitam .

"Butuh kajian dan analisasi geologi yang akurat untuk memastikan itu emas atau perit maupun deposit tambang lainnya," tandas Bram Tomasoa.

Material batuan dan tanah yang digali warga umumnya bewarna abu-abu seperti semen serta berbau lumpur dan terdapat butiran-butiran seperti emas berwarna kuning muda yang melekat pada batuan.

"Kami tidak tahu persis apakah butiran berwarna kuning yang melekat pada batuan ini emas atau bukan, tapi ada beberapa orang yang meminta contoh tersebut untuk diteliti," kata Nortje (55), salah satu penggali. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca