Rabu, 17 September 2014

Warga Padang bangun jembatan darurat pascabanjir

Rabu, 25 Juli 2012 16:16 WIB | 1.785 Views
Warga Padang bangun jembatan darurat pascabanjir
Bencana Banjir Bandang Sejumlah warga menyaksikan dampak banjir bandang dari atas jembatan di Desa Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kec.Pauh, Padang, Sumbar, Rabu (25/7). Ratusan warga dari berbagai daerah di Kota Padang sejak pagi berbondong-bondong datang ke sejumlah lokasi yang terkena bencana di lima kecamatan sehingga membuat jalur padat dipenuhi pengendara roda dua dan empat. (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra) ()
Padang (ANTARA News) - Warga bersama aparat TNI, Rabu, bergotong-royong membuat jembatan darurat dari pohon kelapa pascaambruknya jembatan Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang pada Selasa malam diterjang banjir bandang.

Meski seadanya, namun keberadaan jembatan itu diharapkan bisa membantu masyarakat yang biasa melintas dengan tidak menyeberangi aliran sungai Batang Kuranji apalagi jembatan itu merupakan akses satu-satunya penghubung Desa Gunung Nago ke arah perkotaan.

Warga bergotong-royong tanpa bantuan alat berat untuk mengangkat batang kelapa yang panjangnya sekitar 12 meter dengan diameter sekitar 30 sentimeter.

Batang kelapa yang dimanfaatkan merupakan batang pohon kelapa tumbang dihantam banjir bandang. Untuk menggiring dari bagian hulu sungai, warga bersama TNI memanfaatkan arus sungai yang tidak terlalu deras untuk membawanya ke dekat jembatan.

Dari tepu sungai, warga beramai-ramai menarik batang kelapa itu dengan menggunakan tali termasuk untuk menaikkan ke badan jembatan yang tingginya sekitar 5 meter.

Lurah Lambung Bukit, Yanuswar mengatakan jembatan darurat harus dibangun terlebih dahulu sehingga bantuan kepada korban banjir di kawasan itu bias segera didistribusikan.

"Saat ini belum ada bantuan yang sampai ke daerah ini, dan warga sangat membutuhkan pakaian dan selimut," ujarnya.

Ia menjelaskan, di kawasan Lambung Bukik terdapat 215 kepala keluarga. Banjir bandang yang terjadi pada selasa sekitar pukul 18.30 WIB itu mengakibatkan sembilan rumah rusak berat, satu mushalla rusak berat, dan ratusan ternak.

Luapan air sungai juga mengakibatkan ratusan rumah yang berada di lembah aliran sungai tersebut terendam termasuk membanjiri akses jalan menuju kampus Universitas Andalas.

Banjir yang bercampur lumpur juga menggenangi ratusan rumah warga yang berada di Kelurahan Kapalo Koto.

Sementara itu, Koordinator Operasional SAR Padang, Akmal mengatakan banjir bandang itu menghantam sedikitnya tujuh lokasi yakni Limau Manis, Batu Busuk, Kapalo Koto, Cengkeh, Padang Besi, Kalumbuk, dan Tunggul Hitam.

"Luapan air banjir merendam rumah warga mencapai sedada orang dewasa atau 120 centimeter dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang memberlakukan status siaga darurat terkait bencana ini," katanya.
(KR-AGP/A013)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga