Kamis, 18 September 2014

Satelit buatan mahasiswa Korea meluncur ke antariksa

Kamis, 26 Juli 2012 11:24 WIB | 3.109 Views
Satelit buatan mahasiswa Korea meluncur ke antariksa
Song Hojun berpose dengan satelit buatannya. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Seoul (ANTARA News) - Jerih payah Song Hojun (34) selama bertahun-tahun mengobrak-abrik toko elektronik akan terbayar lunas tahun ini, saat dia mewujudkan impian untuk meluncurkan satelit buatannya ke ruang angkasa.

Mahasiswa teknik di sebuah universitas di Korea Selatan itu membangun OpenSat dengan dana 500 dolar AS untuk menunjukkan kepada orang bahwa mereka bisa meraih mimpi.

"Membuat satelit itu tidak lebih sulit daripada membuat ponsel," kata dia kepada kantor berita Reuters.

"Saya percaya bahwa tidak hanya satelit, namun apa saja bisa dibuat dengan bantuan internet dan media sosial. Saya memilih satelit untuk menunjukkannya secara simbolis," tambahnya.

Ada sejarah panjang tentang satelit buatan sendiri yang diluncurkan oleh universitas dan kelompok ilmiah di seluruh dunia serta klub radio amatir. Namun Song mengatakan bahwa satelit buatannya dirancang dan dibiayai sendiri.

Setelah magang di sebuah perusahaan satelit swasta, ia mendapat ide untuk membikin "Inisiatif Satelit Terbuka", yang kemudian membuatnya menghubungi seorang profesional ruang angkasa dari Slovenia sampai Paris.

"Saya hanya seorang individu, bukan seseorang yang bekerja untuk universitas besar, perusahaan atau tentara, sehingga mereka terbuka kepada saya dan mudah memberikan informasi," ujar Song.

Pria berkacamata itu menghabiskan waktu hampir enam tahun untuk menyisir makalah akademik dan berbelanja online di laman yang khusus menyediakan komponen-komponen untuk proyek antariksa. Ia juga mengobrak-abrik toko-toko elektronik yang tersembunyi di gang-gang belakang Kota Seoul.

Song memperoleh sebagian dana pembuatan OpenSat, yang berbentuk kubus dengan ukuran 10 sentimeter kubik dan berat satu kilogram, dari bisnis elektroniknya. Namun sebagian besar dana pembuatan satelit itu berasal dari orangtuanya.

Harga komponen-komponen satelit hanya 500.000 won (440 dolar AS). Sementara biaya peluncuran satelit itu 120 juta won.

Song sudah menandatangani kontrak dengan NovaNano, perusahaan teknologi Prancis yang berperan sebagai perantara untuk mengatur peluncuran satelit, termasuk mengurus dokumen pendaftaran dan pencarian roketnya.

Satelit buatan Song akan diluncurkan bersama dengan satelit yang lain dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan bulan Desember mendatang.

Nantinya OpenSat akan mengirimkan informasi tentang baterai, suhu dan kecepatan rotasi panel surya satelit.

Operator radio akan mampu berkomunikasi dengan satelit tersebut. Jika semua berjalan dengan baik, satelit akan mengulang pesan dalam kode Morse menggunakan lampu LED pada waktu dan lokasi yang ditetapkan.

Satelit itu membuat Song mendapat banyak undangan untuk berbicara di universitas dan organisasi internasional, termasuk MIT Media Lab and CalArts, baik yang di Amerika Serikat maupun di Royal College of Art di London.

"Alasan mengapa teknologi atau ilmu dibicarakan bukan karena kebenaran mutlaknya, tapi lebih karena ia membawa cerita yang menarik," kata Song.

(C005)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca