London (ANTARA News) - Atlet angkat besi Korea Utara Om Yun-Chol berterimakasih kepada "Pemimpin Besar" Kim Jong-Un setelah sukses mempersembahkan emas Olimpiade untuk negerinya pada kelas 56 kg angkat besi putra, sekaligus menciptakan rekor dunia pada angkatan clean and jerk, Senin dini hari tadi.

Dengan taktis menekan juara dunia dua kali asal China Wu Jingbiao, Om bergabung dalam Grup B yang bertanding di pagi hari, yang diperuntukkan bagi atlet-atlet angkat besi berberat lebih ringan daripada yang menghuni Grup A.

Om menmbukukan rekor total angkatan 293 kg, berkat angkatan 125 kg pada snatch, dan angkatan 168 kg pada clean and jerk yang menciptakan rekor baru Olimpiade.

Total angkatan itu menyamai rekor dunia yang diciptakan atlet Turki Mutlu Halil. Om pun menjadi orang kelima dalam sejarah yang mampu mengangkat beban tiga kali lebih berat dari berat badannya.

Wu yang tampil pada sesi sore, meraih perak dengan total angkatan 289kg (133, 156), sementara remaja Azerbaijan Valentin Hristov dikalungi perunggu dengan total angkatan 286 kg.

"Saya senang sekali dan mengucapkan terimakasih kepada Pemimpin Besar kami karena memberi saya kekuatan untuk mengangkat beban ini," kata Om menjelaskan alasan mengapa mengangkat beban di Grup B.

"Saya ingin mengangkat beban yang berat dan membuat atlet lain gugup. Saya ingin menciptakan tekanan lebih kepada atlet-atlet lain."

Setelah berhasil di angkatan snatch pertamanya, Wu membuat para pesaingnya khawatir lewat angkatan kedua dan ketiganya yang mulus, angkatan snatch 130kg dan lalu 133kg, tanpa sedikit pun kakinya goyah.

Hanya atlet Tunisia Khalil El Maoui yang menyaingi Wu, dengan mengangkat 132kg.  Wu lalu berjuang di angkatan clean and jerk pertamanya, kemudian kehilangan kendali tangannya begitu barbel di atas pundaknya.

Lifter China ini lalu mendengar pengumuman bahwa El Maoui mundur, dan membuatnya bertahan pada angkatan 156 kg, atau 4kg di bawah Om.

Pada angkatan terakhirnya, Wu masuk lagi ExCeL Arena. Setelah mengapuri tangannya, dia mengeluarkan teriakan semangat.

Mulanya Wu mengangat barbel dengan mulus dan sepertinya akan mendapatkan emas. Meletakkan barbel di antara dadanya, Wu maju sedikit ke depan.

Sepertinya akan berjalan mudah, tapi barbel tak bisa disangganya, dan lifter China ini terjengkang, lalu gagal mendapat emas. 

Om yang menonton semua itu sontak bergembira dan segera meninju ke udara karena dialah yang akhirnya mendapatkan emas Olimpiade. (*)