Jerusalem (ANTARA/IINA) - Mufti Yerusalem Sheikh Mohammed Hussen mendesak semua orang Arab dan Muslim agar mengunjungi Masjid Al Aqsa, sebagai dukungan bagi perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Yahudi dan dukungan calon presiden AS Mitt Romney kepada Israel.

Hussein menilai Ketua Majelis Ulama Muslim Internasional Sheikh Yusuf Al-Qardhawi yang melarang orang Arab mengunjungi Al Aqsa selama pendudukan Israel sebagai bukan fatwa yang baik.

Sheikh Hussein, sebagaimana dikutip IINA, Senin, mengatakan, "Kami adalah orang Palestina dan kami mengeluarkan Fatwa kami berdasarkan bukti agama kita. Dengan melakukan ini, kita menolak pendudukan Israel. Jika anda datang ke Masjid Al Aqsa, Anda bisa bertemu dengan orang yang datang dari Jordania, Mesir, Malaysia dan Turki."

Sheikh Hussein memahami cara pandang Turki mengenai Palestina, "Kami memandang rakyat Turki sebagai saudara. Mereka selalu mendukung Palestina dengan cara apa pun. Dukungan yang diberikan Turki buat Palestina sangat besar."

Calon presiden AS Mitt Romney yang berada di tanah Yahudi, Minggu, mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota negara Yahudi dan mengatakan AS memiliki "tugas mulia dan moral" untuk menghalangi Iran memiliki senjata nuklir.

Calon presiden AS tersebut berpidato dengan Kota Tua menjadi latar belakang gambarnya di TV, sementara donatur kampanyenya menyaksikan.

Pernyataan Romney bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel sejalan dengan pernyataan pemerintah Yahudi selama beberapa dasawarsa, sekalipun Amerika Serikat --seperti juga negara lain-- mempertahankan kedutaan besar mereka di Tel Aviv.

"Setahu saya kebijakan bangsa kita memiliki keinginan untuk akhirnya memindahkan kedutaan besar kita ke ibu kota (Jerusalem)," kata Romney.

Pernyataannya ini disambut meriah pendengarnya, yang meliputi Sheldon Adelson, pengusaha Amerika yang telah mengatakan ia akan menyumbang jutaan dolar guna membantu Romney ke Gedung Putih.

(C003/A011)