Sabtu, 26 Juli 2014

KPPU minta laporan akuisisi Batavia Air

Senin, 30 Juli 2012 16:37 WIB | 3.207 Views
KPPU minta laporan akuisisi Batavia Air
(dari kiri) CEO AirAsia Berhad, Tony Fernandes; Presiden Direktur Batavia Air, Yudiawan Tansari; dan Presdir PT.Fersindo Nusaperkasa, Dharmadi, usai memberikan keterangan pers soal akuisisi terhadap Batavia Air.(ANTARA/Fanny Octavianus)
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Tadjuddin Noer Said meminta PT Indonesia AirAsia dan PT Fersindo Nusa Perkasa memberitahukan akuisisi Batavia Air ke KPPU.

"Perusahaan tidak boleh tidak melakukan notifikasi dengan alasan akumulasi omzetnya di bawah 5 triliun atau asetnya tidak melebihi 2,5 triliun karena KPPU-lah yang berwenang menentukan dan menilai," katanya di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan sesuai ketentuan AirAsia dan PT Fersindo Nusa Perkasa sebagai perusahaan yang melakukan akuisisi harus melakukan notifikasi ke KPPU dalam 30 hari setelah akuisisi efektif.

Menurut Undang-Undang No.5/1999 tentang larangan praktek monopoli dan Peraturan Pemerintah No.57/2010 tentang penggabungan dan peleburan badan usaha, KPPU bertugas mengawasi seluruh aksi merger, konsolidasi maupun akuisisi yang dilakukan pelaku usaha di Indonesia.

Penilaian merger atau akuisisi oleh KPPU lebih pada konsentrasi pasar yang terbentuk dari akuisisi tersebut serta justifikasi dan dampaknya terhadap pasar.

Tadjuddin menjelaskan, dampak akuisisi terhadap pasar akan dilihat dari beberapa parameter termasuk entry barrier bagi pesaing, dan efisiensi usaha.

"Jadi KPPU tidak akan membatalkan hanya karena posisi dominan atau monopoli pasar yang terbentuk pasca merger," katanya.

Sebelumnya maskapai penerbangan AirAsia, melalui AirAsia Berhad dan PT Fersindo Nusaperkasa--pemegang saham mayoritas PT Indonesia AirAsia--, mengakuisisi Batavia Air dengan nilai pembelian 80 juta dolar AS.

(tri)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga