Washington (ANTARA News) - Bill Clinton beri dukungan politik kepada Presiden Barack Obama untuk terpilih kembali dalam pemilu pada konvensi Partai Demokrat. Clinton juga dari Partai Demokrat.

Clinton, bekas presiden berusia 65 tahun yang masih sangat populer setelah 11 tahun meninggalkan Gedung Putih. Dia akan menguraikan argumen ekonomi untuk memberikan kesempatan kepada Obama jabatan periode kedua dalam pidato pada 5 September di Charlotte, Carolina Utara.

Obama dan penantangnya dari Partai Republik, Mitt Romney, akan bertarung memperebutkan tempat di Gedung Putih jelang pemilu pada 6 November yang kemungkinan besar akan didominasi kekhawatiran ekonomi.

Ekonomi AS tumbuh dengan lambat dalam kuartal terakhir karena sebagian besar negara Eropa tergelincir ke dalam resesi. Pengangguran masih tetap terus meninggi, di atas delapan persen, dan Obama telah berjuang menghasilkan momentum ekonomi yang bertahan lama.

Mengingat iklim ekonomi yang sulit, pengajuan nama Obama akan menjadi tugas berat bagi Clinton, yang bersuara lantang tentang kebijakan pajak dan satu waktu mengesahkan rekam bisnis sterling Romney yang membuat frustasi tim kampanye Obama.

Namun ia juga sosok yang sangat populer dan pembicara kharismatik yang terlihat memiliki sentuhan personal yang mengagumkan dan bisa menarik wilayah demografi tertentu tempat Obama berkampanye.

Jajak pendapat Gallup yang dirilis Senin menunjukkan, dua pertiga dari orang Amerika memiliki opini yang baik tentang Clinton, tidak lepas dari kesenangan publik yang diperolehnya pada pelantikannya pada Januari 1993.

"Presiden Clinton mengawasi ekspansi ekonomi terlama sepanjang sejarah AS, mengejar banyak kebijakan yang sama dengan yang Presiden Obama ajukan dan implementasikan saat ini," kata Ketua Konvensi Partai Demokrat 2012 sekaligus walikota Los Angeles, Antonio Villaraigosa.

"Kemajuan ekonomi itu disia-siakan dalam dekade berikutnya oleh satu set keputusan yang meledakkan defisit, jatuhnya ekonomi kita, dan menyengsarakan kelas menengah."

"Jadi, tidak ada seorangpun yang lebih baik untuk memberikan pilihan pada pemilu kali ini antara bergerak maju dengan Presiden Obama atau bergerak mundur bersama Mitt Romney, yang mendukung kebijakan gagal yang sama sehingga menyebabkan krisis ekonomi terburuk sejak Depresi Besar."

Clinton menghadiri konvensi empat tahun lalu dengan keadaan yang sangat berbeda setelah istrinya, Hillary Clinton, menyerah kepada Obama dalam kontes yang memahitkan bagi nominasi partai Demokrat itu.

Setelah sempat menjadi kritikus keras Obama, pidato dan dukungannya kepada presiden AS itu terlihat sebagai langkah krusial dalam menyatukan partai yang bisa jadi tiket untuk memenangkan pemilu.

Dalam politik AS, beberapa bulan sebelum pemungutan suara, konvensi digelar di mana kandidat yang bersaing secara resmi dicalonkan, dan pihak aristokrat dan bintang baru mencoba untuk menyiapkan dukungan dengan mengarahkan pidato.

Joe Bidden akan mengeluarkan seruan pada 6 September karena Partai Demokrat menghidupkan kembali tradisi yang lama dengan memiliki calon presiden dan wakil presiden pada malam akhir konvensi.

Pidato Biden, sebelum ia dan presiden berdiri di panggung bersama untuk menerima nominasi, akan fokus mengingatkan rakyat Amerika tentang prestasi pada periode pertama pemerintahan Obama meskipun ekonomi sulit.

"Sebagai mitra presiden, wakil presiden Biden secara unik berbicara tentang keputusan-keputusan sulit yang dibuat oleh presiden empat tahun terakhir untuk membangun kembali ekonomi setelah krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar dan menguatkan kemanan nasional," kata Villaraigosa.

Kampanye Romney menyerang balik dengan keras pada pengumuman Senin, dengan mengatakan Obama yang telah gagal untuk menghentikan defisit Amerika hampir tidak bisa berpura-pura menjadi secara fiskal sebaik Clinton, yang meninggalkan Gedung Putih dengan anggaran surplus.

"Setelah empat tahun defisit triliunan dolar dan pertumbuhan ekonomi yang lemah, jelas bahwa presiden Obama akan senang berjalan di atas catatan presiden Clinton di kantornya," kata juru kampanye Ryan Williams.

"Namun tidak ada pertunjukan yang bisa memperlihatkan perbedaan kedua presiden tersebut. Rakyat Amerika pantas mendapatkan seorang presiden yang berjalan di atas catatannya sendiri, bukan catatan yang ingin ia harapkan untuk dimiliki."

Konvensi Partai Republik, ketika Romney secara resmi akan dinobatkan menjadi calon, bertempat di Tampa Bay, Florida, dari 27 hingga 30 Agustus.

Sebelum itu, Romney akan mengumumkan pasangannya dalam pemilu nanti. Mantan Gubernur Minnesota Tim Pawlenty dan Rob Portman, seorang senator dari negara bagian Ohio, dipandang sebagai kandidat.

(C005/H-AK)