Berlin (ANTARA News) - Jerman, Kamis, menyebut keputusan Kofi Annan mengundurkan diri sebagai utusan PBB-Liga Arab bagi Suriah, sebagian disebabkan sikap oposisi China dan Rusia terhadap usulan penjatuhan sanksi terhadap rezim di Damaskus.

Sambil menyatakan penyesalannya, Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle, juga mengatakan, rezim Presiden Bashar al-Assad tidak memenuhi komitmennyamenerapkan Rencana Perdamaian Annan.

"Jelas Kofi Annan melepaskan mandatnya karena kebuntuan di Dewan Keamanan PBB, yang mana Rusia dan China merupakan anggota tetap," katanya dalam pernyataan.

"Ini waktu yang baik bagi Rusia dan China berhenti melindungi Bashar al Assad," katanya.

Annan mengeluh komunitas internasional belum melakukan hal yang cukup untuk mendukung upayanya guna membujuk Assad menerima rencana perdamaian. Ia juga mengeluhkan "keberlanjutan sikap-sikap saling melecehkan satu sama lain" di Dewan Keamanan PBB.

Walaupun kritik Annan tentang "sikap saling melecehkan", Washington dengan cepat menyalahkan pengunduran diri Annan pada veto Beijing dan Moskow atas tiga resolusi terpisah usulan Arab atau Barat mengenai konflik Suriah.

(G003/H-RN)