Minggu, 26 Oktober 2014

Warga Jembrana gelar pacuan kerbau

| 3.930 Views
id pacuan kerbau, warga jembrana, bali
Saya berharapa, budaya atau pacuan makepung ini bisa memberikan konstribusi ekonomi bagi peternak kerbau,"
Negara (ANTARA News) - Warga Desa Tuwed, Kabupaten Jembrana, Bali, menggelar pacuan kerbau atau Makepung untuk memperebutkan Piala Bupati, Minggu.

Lomba itu dimenangkan Tim Ijo Gading Barat yang mengumpulkan nilai 39 atau mengalahkan lawan bebuyutannya, Tim Ijo Gading Timur, yang hanya mengoleksi nilai 21.

Keberhasilan Ijo Gading Barat itu sekaligus membalas kekalahan mereka dalam Kejuaraan Makepung tahun lalu.

Dalam pacuan itu, sepasang kerbau menarik sejenis gerobak kecil dengan joki untuk diadu dengan pasangan kerbau lainnya.

Berbeda dengan Kerapan Sapi di Madura, Jawa Timur, Makepung mempunyai aturan yang agak unik. Pemenang Makepung bukan hanya ditentukan dari siapa atau pasangan kerbau mana yang berhasil mencapai garis finis pertama kali, melainkan juga dari jarak antarpeserta yang sedang bertanding.

Peserta akan dianggap sebagai pemenang bila menjadi yang terdepan saat mencapai finis dan mampu menjaga jarak dengan peserta di belakangnya, sejauh 10 meter.

Namun, bila pasangan kerbau yang berada di belakang bisa mempersempit jarak dengan peserta di depannya, menjadi kurang dari 10 meter, maka pasangan kerbau yang di belakang itulah yang akan keluar sebagai pemenang. Perlombaan diselesaikan dalam hitungan delapan sampai sepuluh menit dalam setiap "race".

Penggemar dan peserta Makepung di Jembrana terbagi menjadi dua kelompok yang dikenal dengan nama Blok Barat dan Blok Timur.

Pembagian blok ini berdasarkan aliran Sungai Ijo Gading yang membelah ibukota Kabupaten Jembrana. Kedua blok akan bertemu dalam perlombaan resmi setiap dua minggu sekali. Dan, masing-masing blok mempunyai sirkuit sendiri yang kerap digunakan sebagai lokasi berlatih ataupun lomba yang bersifat resmi.

Lomba Makepung menjadi agenda tahunan bagi warga Desa Tuwed, Kecamatan Melaya. Bupati Jembrana Putu Artha menganggap ajang tersebut menjadi alternatif tambahan pendapatan bagi warga yang memelihara kerbau untuk pacuan.

"Saya berharapa, budaya atau pacuan makepung ini bisa memberikan konstribusi ekonomi bagi peternak kerbau," katanya.

Ketua Sekaa Makepung Jembrana, I Made Mara, mengungkapkan bahwa harga sepadang kerbau bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp60 juta.

Menurut dia, harga tersebut bisa lebih tinggi jika pasangan kerbau kerap menjadi juara Makepung.

"Kalau dihitung setiap lomba makepung seperti ini, total harga seluruh kerbau yang ikut bisa mencapai miliaran rupiah sebab lomba sekarang diikuti 249 pasang kerbau," katanya.

(KR-GBI/M038)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga