Kamis, 23 Oktober 2014

Hatta: target penerimaan perpajakan 2013 harus tercapai

| 4.363 Views
id penerimaan pajak, tutup defisit anggaran, hatta rajasa
...sebab kita tidak ingin defisit akan membesar."
Jakarta (ANTARA News) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan target penerimaan perpajakan senilai Rp1.178,9 triliun yang tercantum dalam RAPBN 2013 dapat tercapai untuk menutup defisit anggaran yang direncanakan sebesar Rp150,2 triliun atau 1,62 persen terhadap PDB.

"Pendapatan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak harus kita capai, sebab kita tidak ingin defisit akan membesar," ujarnya saat ditemui seusai menghadiri pidato penyampaian pemerintah atas RUU RAPBN 2013 beserta Nota Keuangan di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Kamis malam.

Hatta mengatakan upaya untuk mendorong penerimaan perpajakan harus dilakukan agar pemerintah tidak lagi bergantung kepada pembiayaan melalui utang dalam negeri maupun luar negeri dalam menjaga defisit anggaran.

Ia menambahkan apabila target penerimaan tidak tercapai, maka pemerintah harus berhemat dalam menutup defisit yang secara tidak langsung dapat mengurangi kualitas pertumbuhan ekonomi, yang tahun depan ditargetkan sebesar 6,8 persen.

"Kita terpaksa melakukan dengan menurunkan belanja, dan tentu kita tidak inginkan karena akan mengurangi daya dukung pertumbuhan," kata Hatta.

Hatta memandang defisit anggaran yang ditetapkan sebesar 1,62 persen tersebut merupakan angka yang baik bagi anggaran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Menurut pandangan saya dengan defisit di bawah dua persen, itu adalah angka yang cukup aman bagi kita, disamping ekspansinya itu tidak terlalu tinggi dalam tingkat yang moderat," ujarnya.

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan kesinambungan fiskal, pemerintah dalam RAPBN 2013 akan menempuh strategi mengendalikan defisit anggaran pada tingkat yang aman dan menurunkan rasio utang terhadap PDB dalam batas yang manageable.

Sasaran tersebut akan dicapai melalui upaya-upaya untuk mengembangkan secara optimal sumber-sumber pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim usaha, menjaga disiplin anggaran dan melaksanakan kebijakan pinjaman pemerintah yang prudent.

Sementara, upaya untuk mendorong peran APBN sebagai stimulus pembangunan akan dilakukan dengan meningkatkan kualitas belanja negara melalui langkah-langkah efisiensi berbagai jenis belanja yang kurang produktif, menghilangkan sumber kebocoran, memperlancar penyerapan anggaran serta meningkatkan anggaran infrastruktur untuk memacu pertumbuhan ekonomi. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga