Kamis, 18 Desember 2014

Teror Solo bermotif balas dendam

| 3.177 Views
id teroris solo, penembakan papua, aksi teror, teror solo, terorisme, penembakan solo, farhan mujahidin, mabes polri, boy rafli amar
Teror Solo bermotif balas dendam
Ilustrasi (istimewa)
..didukung barang bukti surat di dalam tas Farhan
Jakarta (ANTARA News) - Motif pelaku aksi teror di Solo, Jawa Tengah, adalah balas dendam kepada polisi, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Birgjen Pol Boy Rafli Amar.

"Kita melihat dari adanya motif memang ada niat para pelaku melakukan aksi itu didukung barang bukti surat di dalam tas Farhan," kata Boy di Jakarta, Selasa.

Dua terduga teroris yang tewas tertembak pada aksi penyergapan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Tipes Solo, Jumat (31/8) yakni Farhan Mujahidin (19) dan Muhksin (19), sedang satu terduga yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup yaitu Bayu.

"Barang bukti yang ditemukan pada Farhan antara lain menjelaskan bahwa mereka mempertanggungjawabkan terhadap aksi pembunuhan polisi yang didasarkan kepada kekecewaan mereka bahwa pendahulunya dilakukan penangkapan-penangkapan dan penegakan hukum terkait aksi teror sebelumnya," kata Boy.

Aksi yang dilakukan para pelaku terduga teroris karena ingin melakukan aksi balas dendam sekaligus bertujuan meminta seluruh tahanan terpidana teroris dibebaskan. Tujuan tersebut terungkap di terungkap dalam surat Farhan dan jadi kelengkapan bukti, katanya.

"Beberapa waktu lalu kita masih menduga-duga motifnya, tapi sekarang kita sudah dapat konfirmasi secara khusus bahwa motif ini sudah tergambar dari surat. Memperkuat dugaan-dugaan kita terkait motif selama ini," kata Boy.

Saat ini Dua jenazah terduga teroris yakni Farhan dan Muhksin yang tewas tertembak Densus 88 Antiteror sudah selesai diotopsi di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati Jakarta.

Sementara itu, anggota Densus 88 yang gugur dalam aksi baku tembak dengan anggota teroris di Solo sekitar pukul 09.00 WIB yakni Aipda Suherman (anumerta) meninggal dunia dalam penyergapan tersebut.

(S035/R021)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga