Rabu, 17 September 2014

Apple Maps bikin bingung penggunanya

Jumat, 21 September 2012 07:06 WIB | 5.773 Views
Apple Maps bikin bingung penggunanya
Ilustrasi (Apple Blog)
San Francisco (ANTARA News) - Ada kota yang letaknya dalam samudera, ada ladang yang dilabeli bandar udara, ada jalan raya yang ujungnya entah di mana dan ada satu rumah sakit di tengah pusat kota Stratford-upon-Avon di Inggris, padahal aslinya tidak ada.

Selamat datang di dunia baru Apple Maps yang menyapa para pengguna iPhone dan iPad manakala mereka mengunduh update terbaru platform software mobile buatan si raksasa komputer itu, iOS 6.

Fitur Maps yang ditanam Apple Inc ini telah dikenalkan dengan banyak keriuhan Juni lalu oleh kepala software Apple Scott Forstall, dan ini adalah penantang langsung software dengan layanan serupa yang dikeluarkan Google Inc.   

Namun aplikasi ini mengundang banyak kritik dari penggunanya di seluruh dunia karena memuat sejumlah kesalahan geografis, informasi yang tidak tepat dan fitur sedikit pilihan yang malah membuat Google Maps tetap lebih populer, termasuk dalam hal arah jalan transportasi publik, data lalu lintas atau gambar jalan.

Apple Maps berusaha menggantikan Google Maps yang kini dinyawai iOS 6.

Di Twitter dan forum-forum online, banyak penggunanya yang menngunduh iOS 6 yang dirilis Rabu lalu mengeluhkan kekurangan-kekurangan pada aplikasi ini.
 
"Pembuat peta saja lebih akurat ketimbang Apple Maps," tulis @RayneBradley dalam Twitter seperti dikutip Reuters.

"Apple Maps juga punya kesalahan dalam banyak daftar bisnis. Saya mencari supir taksi (taxi driver), eh yang muncul malah tukang kulit binatang (taxidermist)...(bener lho)," tulis @TomDavenport dalam  Twitter.

Juru bicara Apple Trudy Muller mengatakan bahwa perusahaannya telah meluncurkan layanan baru yang disebutnya sebuah prakarsa besar.

"Maps adalah solusi berbasis cloud dan semakin banyak orang yang menggunakannya, maka semakin bagus yang didapatkan," kata dia. "Kami apresiasi semua masukan dari konsumen dan tengah bekerja keras agar pengalaman konsumen lebih baik lagi."

Kritik muncul menjelang diluncurkannya iPhone 5 di gerai-gerai seluruh dunia Jumat waktu AS ini. iPhone 5 akan dinyawai iOS 6 dan ditempeli Maps.

Para pengguna yang membuat blog Tumblr bahkan dengan kasar mengatai software ini dengan "iOS 6 Maps yang luar biasa" di mana begitu banyak kesalahan gambar di dalamnya (http://theamazingios6maps.tumblr.com/) .

Ada gambar yang menunjukkan kota Leknes di Norwegia terletak di laut Norwegia, pusat kota Stratford-upon-Avon di Inggris malah dilabeli dengan tanda rumah sakit.

Kesalahan-kesalahan ini bahkan mengusik para politisi. Menteri Kehakiman Irlandia Alan Shatter mengaku terkejut mendapati Airfield --kompleks seluar 35 hektare yang diantaranya dihuni café di pusat kota Dundrum, Irlandia-- malah dilabeli dengan gambar pesawat terbang (tanda bandara).

Dia mengatakan ini akan berbahaya bagi pilot.  Dia mengatakan Apple mestinya memberi lambang bagi tempat itu dengan gambar "sapi, domba, kambing, atau mungkin bunga", bukan malah gambar pesawat yang sama sekali tidak mewakili gambaran tempat sesungguhnya.

Para pengguna Apple di Asia juga terkejut melihat dua rangkaian teritori yang disengketakan Jepang dan China di Kepulauan Senkaku. 

Sejumlah orang berguyon ini adalah kiat Apple untuk meredakan ketegangan diplomatik antara Jepang dan China.

Di AS, warga kota New York tidak bahagia karena Maps tidak menawarkan arah letak transit transportasi publik yang justru merupakan fitur yang banyak digunakan dalam Google Maps di kota-kota besar dunia.

"Ponselku mestinya bisa mengarahkan aku ke bus dan kereta yang harus ditumpangi," kata Kenan Ali, warga Brooklyn, New York, yang rutin menggunakan transportasi publik dan pengguna iPhone sejak 2008. "Aku berharap update mendatang memasukkan arah transit ini."

Layanan peta Apple berwujud gambar tiga dimensi mengenai kota yang dinamai "Flyover" yang dilengkapi juga update lalu lintas real-time dan navigasi bergilir, yang adalah fitur terakhir Google dalam perangkat-pernagkat berbasis Android yang justru tidak ada dalam perangkat Apple.

Apple melisensikan data pemetaannya dari pembuat sistem navigasi wahana bernama TomTom. 

TomTom sendiri menjamin kualitas peta itu, namun mengaku tidak mengembangkan aplikasi perpetaan ini.

"Selama proses pemindahan data perpetaan ke dalam sebuah aplikasi, setiap pabrik punya kewenangannya sendiri," kata juru bicara TomTom, Cem Cohen. "Kami tak menjadi bagian proses itu. Apple sungguh menggunakan peta serupa seperti yang kami gunakan untuk para konsumen lainnya."

Cohen mengatakan TomTom tidak membahas soal ini dengan Apple.

"Masalahnya ini terlalu fundamental," kata Marcus Thielking, pendiri Skobbler, yaitu pembuat aplikasi GPS Navigation 2, seperti dikutip Reuters.

Dia menyebutkan Apple membutuhkan orang-orang yang sangat spesifik keahliannya untuk memperbaiki masalah ini.  "Kesalahan ini bukan kompetensi utama mereka," sambungnya.

Google belum berkomentar apakah mereka akan menggunakan aplikasi Google Maps untuk iOS 6.  Saat ini para penggunan mengakses Google Maps melalui browser.

"Misi kami adalah membuat Google Maps bisa untuk siapa saja yang ingin menggunakannya, tak peduli apa perangkatnya, browser, atau sistem operasinya," kata Google.

Penerjemah: Jafar M Sidik

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga