Selasa, 2 September 2014

Dirjen Pendidikan Dasar pertimbangan penyaluran beasiswa siswa miskin

Senin, 24 September 2012 05:01 WIB | 3.495 Views
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA News) - Pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, akan mempertimbangkan usulan dari Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, agar mengubah sistem penyaluran beasiswa bagi siswa miskin terutama bagi siswa SD di daerah itu.

"Sistem penyaluran lewat kantor pos menyulitkan siswa yang berada di wilayah terisolir, dan kondisi itu telah dilihat langsung oleh staf dari Ditjen Pendidikan Dasar, kemungkinan ada pertimbangan tahun 2013 sistem penyaluran diubah, seperti semula lewat kepala sekolah," kata kata Kepala Seksi SD Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Widodo, di Mukomuko, Minggu.

Hal itu disampaikan terkait hampir mayoritas siswa miskin di wilayah terisolir yang sulit dijangkau mengunakan kendaraan roda empat mengambil beasiswa di kantor pos di wilayah kecamatan setempat.

"Keterangan dari pihak kantor pos menyebutkan Rp54 juta uang subsidi bagi siswa miskin (SSM) belum diambil," ujarnya.

Padahal kata dia, sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari dinas kepada setiap kepala sekolah SD kemudian kepada siswa miskin yang menerima bantuan SSM yang bersumber dari dana APBN tersebut.

Namun, lanjutnya, siswa tetap saja tidak bisa mengambil sendiri beasiswa karena akses jalan termasuk jarak sehingga biaya yang dikeluarkan cukup besar, sehingga uang beasiswa habis di jalan.

Sebaiknya, kata dia, penyaluran beasiswa untuk siswa miskin diubah seperti semula yakni dari dinas pendidikan terlebih dahulu selanjutnya disampaikan kepada kepala sekolah dan pimpinan sekolah itu yang mengambil dan membagikan kepada siswa.

Karena dengan jumlah nominal beasiswa untuk satu tahun yang diterima oleh siswa SD sebesar Rp360.000 per orang justru tidak sesuai dengan biaya yang harus mereka keluarkan untuk mengambil uang tersebut.

"Kita bisa saja hitung dengan dana sebesar itu sudah berapa banyak ongkos dan biaya yang harus dikeluarkan belum lagi saat datang ke kantor pos uang belum masuk atau petugasnya sedang keluar jadi urusan tidak bisa selesai hanya dalam satu hari saja," ujarnya.

Kecuali susbsidi beasiswa miskin untuk siswa SMP, kemungkinan tidak ada kendala dan mereka masih masih bisa mengambil sendiri beasiswanya ke kantor pos karena sebagian ada yang bisa pakai motor.

Selain kesulitan siswa miskin tingkat SD mengambil beasiswa di kantor pos, ia menjelaskan, pihak dinas pendidikan juga hingga sekarang tidak mengetahui berapa banyak kuota siswa yang mendapatkan beasiswa yang bersumber dari APBN.

"Kalau dulu ada laporan dan kuota siswa termasuk nama penerimanya, kini kami tidak tahu apakah kuota yang dapat dengan yang diusulkan sama atau tidak karena informasi yang kami terima justru berbeda dan ada penambahan," ujarnya lagi.

Sementara itu, ia menyebutkan, tahun ini siswa SD yang menerima subsidi siswa miskin pada tahap pertama 1.450 orang, tahap kedua 1.548 orang, dan terakhir diusulkan dalam APBNP sebanyak 4.547 orang, dan nilai yang diterima setiap tahun sebesar Rp360.000 per siswa.

Sedangkan siswa SMP di daerah itu yang menerima subsidi siswa miskin sebanyak 1.292 orang dengan nilai berasiswa yang diterima setiap tahun sebesar Rp550.000 per siswa. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca