Rabu, 1 Oktober 2014

Menko Kesra tutup Raimuna ke-10

Senin, 15 Oktober 2012 12:15 WIB | 1.630 Views
Menko Kesra tutup Raimuna ke-10
Menko Kesra Agung Laksono (FOTO ANTARA/Arif Pribadi)
Tanah Papua adalah tempat dan penyelenggara Raimuna terbaik untuk kegiatan berskala nasional seperti ini...
Jayapura (ANTARA News) - Pagelaran Raimuna Pramuka Nasional ke-10 di Bumi Perkemahan (Buper) Phokela Waena, Kota Jayapura, Papua, yang telah berjalan sejak 8 Oktober, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Budiono pada 10 Oktober telah berjalan sukses, dan Senin pagi waktu setempat secara resmi ditutup oleh Menko Kesra Agung Laksono.

Dalam sambutannya, Menko Kesra selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Harian Gerakan Pramuka (Kamabinari) mengatakan pelaksanaan Raimun di Papua sungguh luar biasa, karena berjalan sukses hingga upacara penutupan pada hari ini.

"Ini merupakan hasil upaya seluruh pihak terkait yang secara solid berkomitmen mensukseskan penyelenggaraan Raimuna Nasional ke-10 ini. Untuk itu saya atas nama Pemerintah, mengucapkan terima kasih kepada Bapak, Ibu, Saudara, Kakak, dan Adik, atas usahanya yang tulus dan tak kenal lelah," katanya saat berada di Kota Jayapura, Papua, Senin.

Dikatakannya, Raimuna Nasional ke-10 merupakan perkemahan tingkat nasional yang pertama kali diselenggarakan di provinsi paling timur Indonesia. Dan sebagaimana diketahui bahwa kata "raimuna" berasal dari bahasa Ambai, salah satu Kabupaten di Papua, yakni Kabupaten Yapen.

Kata Raimuna terdiri dari dua kata, yakni "rai" dan "muna", yang dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan baik secara bersama-sama untuk kebaikan orang banyak.

"Sesuai dengan arti kata Raimuna, saya harapakan pelaksanaan ini dapat benar-benar bermanfaat tidak hanya bagi para anggota Gerakan Pramuka tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Sehingga tema Raimuna Nasional ke-10 2012, yaitu "Pramuka Indonesia bersama Masyarakat Membangun Papua", dapat benar-benar terwujud dan dirasakan oleh masyarakat Papua," katanya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar yang telah bebeapa waktu di Jayapura dalam laporanya menyampaikan bahwa seluruh kegiatan Pram,uka yang telah dirancang oleh panitia dan sangga kerja Rainas dapat berjalan dengan lancar, tertib dan aman.

"Tanah Papua adalah tempat dan penyelenggara Raimuna terbaik untuk kegiatan berskala nasional seperti ini," katanya.

Pada kegiatan Raimuna ke-10 kali ini di Papua, seluruh anggota gerakan Pramuka penegak dan pendega secara bersama-sama telah mendeklarasikan bahwa Pramuka adalah duta perdamaian (Mesenggers of peace), sebagai wujud dukungan mereka terhadap terciptanya perdamaian di bumi Indonesia dan di dunia. Pembacaan dan pendatanganan deklarasi itu telah dilakukan pada Minggu (14/10) sore saat dilaksanakan karnaval budaya di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua di jalan Soa-siu, atau tepatnya di pusat Kota Jayapura, tak jauh dari Mapolda Papua.

Raimuna Nasional ke-10 diikuti oleh lebih dari 3.600 Pramuka dari berbagai tanah air dan sejumlah negara sahabat. Dalam acara penutupan Raimuna ke-10 di Buper Phokela Waena, Kota Jayapura dimeriahkan oleh tarian kolosal merah-putih dan tari pergaulan Yosim Pancar yang dilakukan oleh ratusan penari dari berbagai sanggar tari yang ada di kota dan Kabupaten Jayapura.

Tampak hadir pula dalam acara penutupan tersebut, penjabat Gubernur Provinsi Papu, Syamsul Arief Rivai, Sekdaprov Constan Karma, Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI, M Erwin Syafitri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan unsur muspida provinsi, kota dan kabupaten Jayapura.
(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga