Selasa, 29 Juli 2014

Empat langkah mengurangi sampah di sekolah

Kamis, 29 November 2012 19:30 WIB | 5.856 Views
Empat langkah mengurangi sampah di sekolah
Manajer Pengelolaan sampah Greenaration Indonesia Zulfikar memberikan materi kepada para siswa peserta Workshop Kreativitas GEMAS, Selasa (27/11) (ANTARA/Tria Dianti)
Jakarta (ANTARA News) - Masalah sampah memang sudah darurat untuk segera diselesaikan dan ini semestinya dimulai dari kesadaran diri sendiri dan lingkungan terdekat.

Manajer Pengelolaan Sampah Greenaration Indonesia Zulfikar mengungkapkan pengelolaan sampah dapat bermulai dari lingkungan sekolah.

Lantas langkah itu mesti dimulai. Berikut beberapa tips mengurangi sampah di sekolah.

1. Pahami jenis sampahmu
    Setiap jenis sampah memiliki usia berbeda di alam. Sampah plastic misalnya, baru bisa diuraikan setelah 80-100 tahun ke depan.   "Kalian bisa membuang di tong sampah sesuai dengan jenisnya, apakah bisa didaur ulang atau tidak," kata Zulfikar kepada banyak siswa dalam Workshop Kreativitas GEMAS (Gemar  Mengelola Sampah) yang diselenggarakan AQUA Group bekerjasama dengan Indonesia Business Links (IBL), LKBN Antara, dan STBA LIA di Jakarta, Selasa pekan ini.

2. Kurangi kantong plastik 

    Gunakan kantong plastik seperlunya.  Gunakan pula reusable bag (kantong belanja yang bisa digunakan lagi) ketika kamu berbelanja.  "Kalau ke supermarket bisa dimasukkan di tas saja, penggunaan keranjang seperti jaman dulu justru lebih bagus," kata Zulfikar sembari mencatat, setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik per tahun. Padahal butuh 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon per tahun untuk memproduksi plastik.

3. Hemat kertas 
    Gunakan kertas seperlunya dengan memanfaatkan kedua sisinya. "Jika ulangan, gunakan kertas secara bolak balik," kata Zulfikar. Ingat fakta berikut ini, 1 rim kertas (500 lembar) setara dengan 1 batang pohon. Diperkirakan 2,75 miliar batang pohon setiap tahun digunakan untuk memproduksi kertas. Alangkah sayagnya pohon-pohon itu ditebang, saat dunia semakin sempit, semakin panas, semakin gersang.

4. Hemat air.
    Zulfikar mencatat, dari 100 persen air yang ada, 97 persen diantaranya adalah  air laut. Hanya 3 persen saja air tawar yang itu pun tak seluruhnya bisa dikonsumsi. "Dari tiga persen itu hanya setengah saja yang bisa diminum. Ambil minuman secukupnya dan hargai makanan kita," kata Zulfikar.

Dengan keempat cara di atas pengelolaan sampah akan sedikit terbantu diwujudkan.  Efeknya bisa luar biasa hebat, yaitu membantu turunnya emisi gas karbon yang menjadi penyebab pemanasan global.

Selamat mencoba.
(tri)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga