Jakarta (ANTARA News) - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi, Heru Lelono meminta partai politik mengoreksi diri karena ada kader-kadernya yang terlibat kasus korupsi.

"Saya hanya berharap partai-partai politik di tanah air ini, apalagi PD yang mendapat suara terbanyak, sebaiknya segera memperbaiki dirinya. Jangan menambah dosa kepada rakyat yang telah memberikan kepercayaannya," Heru kepada ANTARA News, Jumat.

Mengenai penetapan Wakil Sekretaris Jenderal PD Angelin Sondakh sebagai tersangka dalam kasus suap Wisma Atlit, dia menilai KPK mempunyai pertimbangan tersendiri.

"Saya pikir mereka butuh waktu untuk mengumpulkan bukti yg kuat sebab KPK juga tidak boleh gampangan menjadikan seseorang tersangka, karena bila salah, rehabilitasi nama orang akan sulit.

Namun bila bukti sudah kuat, jangan juga KPK mengulur waktu, sehingga menjadi gunjingan dan masuk angin menjadi opini lain seperti politik. KPK tidak berpolitik," kata dia.

Heru juga menegaskan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat akan selalu menghormati proses hukum.

"Seperti yang sering saya katakan, bila berkaitan dengan masalah hukum, kepada siapa saja, SBY akan selalu menghormati.

Tentu dengan harapan bahwa proses hukum tersebut jujur, adil dan tidak diboncengi masalah lain seperti politik dan sebagainya. SBY sudah memberikan contoh konkrit dengan kasus besannya beberapa tahun lalu," papar Heru..

Jumat ini Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus Wisma Atlet.

Zul

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar