KBRI Beijing-BNN bantu deportasi WNI bermasalah
Senin, 6 Februari 2012 22:43 WIB | 1733 Views
ilustrasi kapsul berisi heroin (Istimewa)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - KBRI di Beijing dan Badan Narkotika Nasional saat ini sedang membantu proses deportasi seorang WNI yang tertangkap tangan membawa heroin seberat 544,51 gram oleh Biro Pemberantasan Penyelundupan (BPP) Pemerintah Kota Hangzhou, China.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima ANTARA, Senin, BPP Hangzhou memberi tahu KBRI Beijing pada tanggal 3 Februari bahwa tersangka berinisial FD (36) ditangkap pada tanggal 1 Februari di Bandara Internasional Xiaoshan, Hangzhou, setelah mendarat dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Dengan pertimbangan bahwa FD sedang mengandung, pemerintah China berkeputusan untuk menahan yang bersangkutan dan menginformasikan kepada KBRI Beijing agar FD segera dideportasi ke Indonesia. Saat ini FD ditahan di Hangzhou dan mendapatkan perlakuan baik.
KBRI Beijing telah menginformasikan penangkapan WNI tersebut kepada pihak keluarga di Indonesia.
Modus operandi penyelundupan narkotika dengan menggunakan kurir WNI yang sedang mengandung bukanlah yang kali pertama terungkap di China. Pada tahun 2011, misalnya, terdapat kasus serupa di wilayah kerja KJRI Guangzhou.
BPP Kota Hangzhou menyatakan bersedia melakukan tahanan rumah kepada FD selama tujuh hari, menunggu persiapan pendeportasian. KBRI Beijing, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan membantu proses deportasi yang bersangkutan ke Indonesia secepatnya, kemudian diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk selanjutnya diproses secara hukum.
KBRI Beijing juga mengimbau seluruh WNI yang akan dan sedang bepergian ke China untuk mematuhi peraturan perundangan setempat, dan menghindarkan diri dari kejahatan, terutama yang terkait dengan narkotika yang dipandang sebagai kejahatan berat oleh pemerintah China dan terancam hukuman mati.
(Tz.I025/D007)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com