Jumat, 24 Oktober 2014

Polri selidiki kasus penimbunan solar di Kaltim

| 1.873 Views
id penimbunan solar di kaltim 12 ton, kadiv humas polri saud usman nasution,
Polri selidiki kasus penimbunan solar di Kaltim
Ilustrasi sejumlah anggota kepolisian memeriksa sejumlah drum besar berisi solar bersubsidi yang diamankan.(FOTO ANTARA/Jessica Wuysang)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution mengatakan polisi masih menyelidiki kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyak 12 ton di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Tersangka berinisial MN warga Samarinda ditangkap pada Senin (12/3) yang memperoleh solar tersebut dengan mengumpulkan dari tangki-tangki BBM yang istilahnya `kencing`," kata Saud di Jakarta, Rabu.

Menurut pengakuan MN, dia sudah mengumpulkan solar tersebut selama dua bulan dan rencananya akan dijual kembali.

"Namun kita belum menemukan adanya keterkaitannya dengan perusahaan Sumalindo Lestari, hanya kebetulan gudang milik tersangka bersebelahan dengan gudang milik Sumalindo Lestari," kata Saud.

Tersangka MN diancam dengan pasal 53 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas) dan pasal 480 KUHP tentang Penadahan, katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid) Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta pada Selasa (13/3) mengatakan bahwa barang bukti solar ilegal dan pemiliknya saat ini diamankan di Polresta Samarinda dan masih terus melakukan penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan barang bukti akan bertambah.

Informasi yang berhasil dihimpun ANTARA menyebutkan, solar ilegal itu ditimbun oleh MN dari beberapa truk tangki BBM, kemudian dikumpulkan di satu gudang di Kelurahan Harapan Baru, dan selanjutnya akan dijual ke sejumlah perusahaan tambang batu bara.

Bahkan, seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menyebutkan, penimbunan yang disinyalir melibatkan beberapa oknum aparat keamanan itu sudah berlangsung selama lima bulan dengan omzet lima hingga 10 ton per hari.
(S035/D012) 

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca