Balige, Sumatera Utara (ANTARA News) - Enam duta besar negara sahabat mendapat penghormatan adat tertinggi dari Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Mereka berenam bersama Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, di-ulosi atau disampirkan ulos.

Upacara adat mangulosi itu dilakukan pada Malam Pesona Budaya, di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, kemarin malam. Ulos bagi masyarakat Batak bukan cuma sekedar kain tenunan tangan secara tradisional, namun juga menjelma menjadi perlambang perlindungan dan kehangatan semangat hidup.

"Perwakilan negara sahabat yang di-ulosi antara lain Dubes Rusia, Ekuador, Kuba, Tunisia, Bosnia, Yaman, serta Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan. Ini untuk menunjukan apresiasi dan penghormatan tertinggi kepada mereka," ujar Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Elisber Tambunan, di Balige, Sabtu.

Sebelum mangulosi dilakukan, terlebih dahulu dipentaskan seni pertunjukan tradisional Batak dari Yayasan Pusuk Buhit Sakti dari Kecamatan Ajibata di kabupaten itu.

Selain sebagai lambang penghangat dan kasih sayang, ulos bagi masyarakat Batak juga lambang kedudukan, lambang komunikasi dan lambang solidaritas.

Menurut dia, tenun ikat Batak ini memiliki fungsi simbolik yang tidak dapat dipisahkan dalam aspek kehidupan orang Batak, karena berbagai jenis dan motifnya, menggambarkan makna tersendiri.

"Dalam perkembangannya, pemberian ulos diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang dan pejabat pemerintah sering di`ulos`i dengan harapan, mereka selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada warga yang dipimpinnya," kata Tambunan.

(KR-JRD/S023)