Selasa, 29 Juli 2014

Menlu Jerman: kekuatan dunia akan hentikan nuklir Iran

Jumat, 4 Mei 2012 11:01 WIB | 8.767 Views
Menlu Jerman: kekuatan dunia akan hentikan nuklir Iran
Bendera dan peta Republik Islam Iran. (istimewa)
Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle, Kamis (3/5) berikrar bahwa masyarakat internasional akan memblokir Iran dari upaya membuat senjata nuklir, pada saat ia menekankan dukungan kuat Jerman kepada Israel.

"Program nuklir Iran saat ini merupakan bahaya yang sangat besar tidak hanya bagi Israel tetapi juga kawasan secara keseluruhan," kata Westerwelle dalam sebuah acara advokasi Yahudi di Washington.

"Kita tidak bisa dan tidak akan menerima senjata nuklir Iran ... Kita perlu jaminan substantif dan dapat diverifikasi bahwa Iran tidak mengejar senjata nuklir."

Barat khawatir Iran sedang berusaha mengembangkan bom atom di balik kedok program energi sipil, tetapi Teheran menegaskan bahwa program tersebut semata-mata untuk kepentingan damai.

Bulan lalu, apa yang disebut kelompok P5+1 - lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman - bertemu di Istanbul dengan para pejabat Iran untuk membahas masalah mereka, dengan pertemuan lanjutan ditetapkan di Baghdad pada 23 Mei.

Meskipun ada kekhawatiran Israel bahwa pembicaraan tambahan akan sia-sia, namun Westerwelle menyerukan perundingan lebih lanjut dengan Teheran dan menekankan bahwa "kami bersatu dan penyelesaian kami menunjukkan hasil."

Pada saat yang sama, ia menjelaskan bahwa "kesabaran kami terbatas. Kami tidak akan mengulur waktu."

Westerwelle menyatakan keprihatinan bahwa "rezim Iran terus mengancam Israel dengan penghancuran."

"Saya berharap Anda tahu bahwa kita akan terus berdiri di pihak Israel," katanya kepada hadirin di Forum Global Komite Yahudi Amerika.

Israel - secara luas dianggap sebagai satu-satunya di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir tetapi tidak diumumkan - secara konsisten memperingatkan bahwa jika Iran bersenjata nuklir akan menimbulkan ancaman keberadaan negara Yahudi itu, dan telah menolak untuk menyingkirkan kemungkinan serangan lebih dulu.
(H-AK)

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga