Rabu, 17 September 2014

Jumhur: demokrasi hasil reformasi mengarah liberal

Rabu, 23 Mei 2012 20:54 WIB | 2.134 Views
Jumhur: demokrasi hasil reformasi mengarah liberal
M Jumhur Hidayat (ANTARA)
Bandung (ANTARA News) - Tokoh muda Moh Jumhur Hidayat menyatakan demokrasi politik hasil reformasi selama ini mengarah pada demokrasi liberal yang meminggirkan kaum idealis.

"Reformasi dibajak oleh orang-orang yang tidak berhak, `ujug-ujug` orang-orang yang tak pernah berjuang bersama rakyat terpingirkan, karena punya uang mereka memimpin," katanya pada Seminar Nasional Kepemudaan di Bandung, Rabu malam terkait Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei.

Pada seminar yang diikuti para pemuda dan pengurus berbagai organisasi kepemudaan termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jumhur menyerukan pemuda untuk bangkit karena reformasi belum selesai.

Jumhur yang juga Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengingatkan pada dasarnya tema gerakan reformasi 1998 membongkar sistem politik yang otoritarian menuju demokratis partisipatoris.

Selain itu, meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa kecuali dengan mereorientasi pembangunan kerakyatan serta menghilangkan distorsi akibat KKN.

"Banyak sudah capaian yang dihasilkan dalam 14 tahun reformasi ini namun banyak pula agenda reformasi yang belum terselesaikan," katanya pada acara yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Bandung itu.

Ia menegaskan dalam bidang politik yang begitu liberal seringkali dengan berbgai sebab termasuk politik uang (money politics) menghasilkan suatu aturan tiranimayoritas.

"Demokrasi yang harus dibangun adalah demokrasi sosial, bukan demokrasi liberal," katanya.

Dengan demokrasi sosial, katanya, orientasi pembangunan bukan semata-mata untuk kepentingan individu dan kelompok tetapi untuk kepentingan rakyat banyak.

Ia mengajak kaum muda untuk memiliki semangat sebagaimana disampaikan penyair WS Rendra sangkar besi jangan mengubah rajawali menjadi burung nuri.

"Pemuda tetaplah menjadi rajawali meskipun telah berada di pusat kekuasaan. Jangan menjadi burung nuri karena jabatan, puja-puji, atau fasilitas yang menjebak lainnya," katanya.

Jumhur menyerukan pemuda untuk sadar dan bergegas keluar dari jebakan globalisasi yang telah mendikte bangsa hanya menjadi bangsa konsumen, penyedia buruh murah, dan sumber dari melimpahnya sumber daya alam.

"Jangan membungkuk-bungkuk kepada kekuatan asing tetapi congkak di hadapan rakyat sendiri tetapi membungkuk-bungkuklah kepada rakyat dan gagah perkasa di hadapan kekuatan asing," katanya.
(B009/Z003) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga