Jumat, 24 Oktober 2014

Hamparan Perak potensial jadi pusat budidaya kepiting

| 3.612 Views
id budidaya tambak udang, budidaya kepiting, tahan penyakit
Sebagai kawasan pesisir, Hamparan Perak juga potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata bahari dan kuliner."
Medan (ANTARA News) - Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara merupakan daerah yang potensial untuk dijadikan pusat pembudidayaan kepiting dan sejumlah hasil laut lainnya.

Ketika membuka Pekan Tamasya Kepiting di Hamparan Perak, Minggu, Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengatakan, potensi itu muncul karena daerah tersebut memiliki areal tambak yang sangat luas.

Dulu, kata dia, Hamparan Perak cukup dikenal sebagai daerah penghasil udang yang diternakkan melalui tambak-tambak yang ada di kecamatan tersebut.

Namun sayangnya, budidaya udang tersebut mulai ditinggalkan masyarakat karena jenis hewan peliharaan itu cukup rentan dengan penyakit.

Meski demikian, pihaknya merasa gembira karena masyarakat telah menemukan solusi baru dengan mengalihfungsikan lahan tambaknya sebagai lokasi budidaya kepiting.

Menurut dia, pengalihan jenis budidaya udang menjadi kepiting tersebut dinilai sebagai solusi cerdas karena kepiting merupakan salah satu ternak yang relatif lebih tahan terhadap penyakit.

Pihaknya berharap budidaya kepiting tersebut mampu mengimbangi keberadaan ternak udang di daerah itu yang beberapa waktu lalu sempat menjadi komoditas ekspor.

Dengan keberadaan areal tambak dengan luas sekitar 195 hektare, pihaknya berkeyakinan petambak di daerah itu mampu merealisasikan harapan tersebut.

Malah, dengan pola pengembangan yang lebih efektif terhadap potensi yang ada, Hamparan Perak potensial untuk dijadikan pusat budidaya perikanan, khususnya kepiting.

"Sebagai kawasan pesisir, Hamparan Perak juga potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata bahari dan kuliner," katanya.

"Dengan demikian, akan muncul kegiatan ekonomi produktif dan kreatif yang berbasis potensi asli daerah," katanya menambahkan.  (I023/S006)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca