Sabtu, 23 Agustus 2014

Pemkab Lebak optimalkan pengeposan hama tikus

Selasa, 19 Juni 2012 01:44 WIB | 1.820 Views
Lebak (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Lebak, selama tiga hari terakhir mengoptimalkan pengeposan hama tikus yang menyerang tanaman padi di Kecamatan Warunggunung dan Cikulur.

"Dengan pengeposan belerang dan mengumpan racun tikus dipastikan tanaman padi bisa diselamatkan," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Yuntani di Rangkasbitung, Senin.

Ia memperkirakan puluhan hektare sawah di dua kecamatan tersebut terancam serangan hama tikus.

Saat ini, kata dia, diperkirakan seluas satu hektare tanaman padi di wilayah itu rusak akibat serangan tikus.

Sebagian besar tanaman padi yang terserang hama antara usia 60 hingga sampai 70 hari.

"Kami terus mengendalikan serangan hama tikus agar produksi swasembada pangan berhasil," katanya.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah sudah menyampaikan peringatan imbauan melalui kelompok tani dan petugas organisme pengganggu tanaman (POPT).

Selain itu juga menyiagakan para petugas pengamat hama dan penyuluh pertanian di desa-desa untuk mendampingi para petani agar mampu mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman padi.

Selama ini, kata dia, pihaknya terus melakukan pengeposan untuk mematikan populasi tikus agar tidak meluas.

Sebab serangan hama tersebut akibat petani tidak tanam secara serentak.

Disamping itu juga mereka tidak menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama.

"Semestinya, petani harus mengganti varietas benih baru, yakni Ciherang ke benih Inpari 13 yang tahan hama," katanya.

Ahmad, seorang petani Kecamatan Cikulur mengaku, selama sepekan terakhir tanaman padi milik masyarakat setempat rusak akibat serangan tikus.

Saat ini, kondisinya tanaman rusak di bagian batang padi maupun dedaunan akibat gigitan binatang tersebut.

"Serangan hama tikus terjadi di Blok Sukahandap, Desa Sukaharja, Kecamatan Cikulur, seluas satu hektare, sedangkan areal 70 hektare lainnya terancam," katanya.
(KR-MSR/R010/)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga