Kamis, 2 Oktober 2014

Raskin warga Miangas terlambat tiga bulan

Rabu, 20 Juni 2012 16:52 WIB | 1.883 Views
Kondisi warga di sini memang sangat terbatas. Kalau terlambat warga akan semakin kesulitan
Manado  (ANTARA) - Warga Pulau Miangas, Kecamatan Miangas, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, masih menunggu distribusi beras miskin (raskin) yang sudah berlangsung selama tiga bulan.

"Kami tidak tahu apa yang menjadi kendala distribusinya. Tapi mudah-mudahan dapat didistribusikan dalam waktu dekat ini," kata Camat Miangas, Steven Heiner Maarisit.

Dia menjelaskan, setiap bulan diperkirakan raskin yang didistribusikan kepada 256 kepala keluarga atau 763 jiwa, sebanyak satu ton.

Steven optimistis, pemerintah kabupaten dapat menyalurkannya dalam waktu dekat, seiring dengan jadwal pelayaran kapal dari ibukota kabupaten menuju Pulau Miangas.

"Kondisi warga di sini memang sangat terbatas. Kalau terlambat warga akan semakin kesulitan," ungkapnya.

Dia menambahkan, bila kehabisan stok beras miskin, warga terpaksa makan laluga, sejenis ubi talas yang tumbuh di pulau itu.

"Laluga adalah makanan alternatif yang biasanya dikonsumsi warga bila stok beras habis," katanya.

Dia berharap, dengan terbatasnya stok beras warga dapat memvariasikan bahan pangan alternatif, selain beras yang memiliki nilai gizi yang lebih baik.

"Variasi makanan itu yang terus kami sampaikan kepada masyarakat sehingga tidak hanya bergantung pada beras semata. Dan itu sudah dilakukan warga pulau ini," katanya.

Pulau Miangas adalah wilayah terluar Kabupaten Talaud yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina.

Untuk kebutuhan sandang dan pangan, warga pulau ini sering melakukan barter ikan dengan pedagang Filipina yang terkadang datang seminggu sekali.

Transportasi ke pulau ini sering terkendala jadwal pelayaran yang hanya dua pekan sekali, serta cuaca buruk dengan gelombang yang cukup tinggi.
(305/M031)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga