Rabu, 3 September 2014

Waspadai anak telat bicara

Jumat, 22 Juni 2012 13:18 WIB | 5.061 Views
Waspadai anak telat bicara
Bicara bayi (istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Jangan remehkan jika anak Anda belum memiliki kemampuan berbicara seperti anak seusianya karena bisa jadi ia tergolong telat bicara.

Menurut Dokter Spesialis Ahli Syaraf Anak Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita dr. Anna Tjandrajani, SpA(K) deteksi yang terlambat terhadap keterlambatan bicara akan berpengaruh pada pertumbuhan anak pada masa depan.

"Seringkali orang tua beranggapan kalau si anak hanya telat bicara dan meremehkan padahal ini berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Si anak bisa menjadi anak yang pasif," kata dia.

Ia menjelaskan, dalam ilmu perkembangan neurologi, seorang anak tergolong telat bicara jika terlambat 3 bulan dari anak seusianya.

Menurut dia, anak usia satu tahun bisa mengucap satu kata jelas seperti "mama".

"Namun jika anak belum juga bisa mengoceh hingga usia 1,5 tahun, maka bisa jadi anak telat bicara," katanya.

Ia menjelaskan perkembangan bicara anak berdasarkan umur adalah sebagai berikut;

- usia 13-15 bulan sudah bisa bicara 4-7 kata, dan minimal 20 persen bicaranya bisa dimengerti orang lain

- usia 16-18 bulan sudah bisa mengucapkan 10 kata, dan 25 persen pembicaraan dimengerti orang lain

- usia 19-21 bulan, bisa mengucap 20 kata, dan 50 persen bicara   dimengerti orang lain, bisa menunjuk     bagian tubuh dan menyebut 3 benda

- usia 22-24 bulan bisa mengucap lebih dari 50 kata, 70 persen bicaranya dapat dimengerti orang lain, bisa menunjuk dan menyebut 4 gambar

"Jika pada usia 4 tahun anak belum juga memiliki kemampuan bercerita, maka orang tua harus membawanya ke terapis bicara," demikian dr. Anna Tjandrajani, SpA(K).
(tri)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga