Minggu, 24 Agustus 2014

Jason Mraz, cinta, dan kepedulian

Sabtu, 23 Juni 2012 16:24 WIB | 5.573 Views
Jason Mraz, cinta, dan kepedulian
Konser Jason Mraz di Lapangan D, Senayan, Jakarta, Jumat(ANTARA/Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA News) - "Setiap kali saya datang ke sini, saya selalu menghadirkan show yang berbeda," ucap Jason Mraz dalam jumpa pers, Rabu (20/6).

Dan Jason Mraz menepati janjinya untuk tampil berbeda pada penampilan ketiganya di Indonesia. Dalam konser yang bertajuk "Tour is a Four Letter Word", ia membawakan 21 lagu secara atraktif bersama band-nya di Lapangan D Senayan Jakarta, Jumat (22/6) malam.

Sebelumnya, musisi asal Amerika Serikat itu telah menyambangi Indonesia dalam acara "Java Jazz Festival" 2009 dan "Jason Mraz Special Acoustic Evening with Toca Rivera" November 2011 di Bali.

Jason tampil memukau bersama band-nya. Selama konser yang berlangsung dua jam, mereka banyak melakukan jam session serta mengaransemen ulang beberapa nomor lagu.

Sajian musik dipermanis dengan sentuhan permainan biola dari sang backing vokal, Merritt Lear, yang menggantikan posisi Noel “Toca” Rivera. Tak ketinggalan brass section kolaborasi saxophones, trumpet, dan trombone yang membuat konser semakin hidup.

"Selamat malam Jakarta" teriak Jason menggunakan bahasa Indonesia. Ia tampil casual dengan paduan kaos dan jeans serta tak lupa topi vendora-nya.

Hampir 10.000 penonton serentak menjawab, "Malaaam..". Konser pun dimulai dengan lagu pertama "Everything is Sound" dari album terbarunya "Love is a Four Letter Word". Dua layar di kanan kiri panggung menampilkan detail pertunjukan. Sementara layar di belakang panggung menyajikan gambar sesuai tema lagu.

Konser itu juga terasa spesial karena tepat pada hari ulang tahun Jakarta ke-485 dan sehari sebelum ulang tahun Jason yang ke-35. Ia pun membuat sebuah kejutan dengan membuat satu lagu khusus untuk ulang tahun Jakarta.

"Jakarta, hari ini adalah ulang tahun-mu. Kamu lebih tua 450 tahun dari saya. Kamu sudah ada lama sebelum saya lahir dan akan selalu ada generasi.. generasi.. generasi," ucap Jason yang dilantunkan dalam sebuah nyanyian sambil bermain gitar.

Selanjutnya, Jason membawakan lagu "Only Human" dan "Be Honest", sementara itu semarak penonton masih belum ramai. Namun itu tidak berlangsung lama, Jason pun langsung membuat penonton histeris saat memainkan intro salah satu hits single-nya, "Lucky".

Akhirnya, suasana menjadi memanas. Penonton ikut bernyanyi bersama Jason dan Merritt Lear. Lagu "Lucky" menjadi semakin indah dengan sentuhan permainan biola Merritt.

Kali ini, penonton tidak hanya dibuat bernyanyi bersama. Lewat lagu "Make it Mine", Jason membuat penonton ikut bergoyang. Jason pun tampak senang dengan respon penonton yang sebagian besar wanita itu.

"Terimakasih telah nyanyi bersama dan menyumbangkan suara kalian," teriaknya.

Cinta
"Mari kita nyanyikan lagu cinta," ujar Jason, disambut teriakan penonton.

"Kadang-kadang wanita lupa betapa hebatnya mereka. Dan laki-laki mempunyai tugas untuk mengingatkannya," tambahnya.

Lagu "The Woman I Love" dari album terbarunya pun mengalun dengan indah, seolah-olah Jason menyanyikannya untuk seorang wanita yang ia cintai. Penonton pun ikut larut dalam lagu tersebut.

Selanjutnya, Jason dan band-nya menyelipkan beberapa jam session pada lagu "beautiful Mess, "Ain't No Sunshine" yang pertama kali dipopulerkan oleh Bill Withers, dan "Unfold".

"Saya sangat senang kalau kalian ramai. Akan aneh jika ada 10.000 orang tapi tidak bersuara sama sekali," ujar Jason.

Lalu, jari-jarinya memainkan senar gitarnya pada sebuah lagu yang tidak asing, "Di Sini Senang, Di Sana Senang" karya ibu Soed. Kontan saja penonton langsung histeris.

"Di sini senang, di sana senang," nyanyi Jason seraya tersenyum.

Penonton pun mengikutinya dan lanjut menyanyikan lagu tersebut sementara Jason mengiringi dengan permainan gitarnya. Setelah itu, ia membawakan lagu "You and I Both" secara akustikan tanpa diiringi band-nya. Penonton ikut bernyanyi bersama hingga lagu usai.

Lagu "I'm Coming Over" juga disuguhkan secara akustik oleh Jason namun dengan gaya yang berbeda. Jason yang duduk bermain gitar, dikelilingi para personel band pengiring yang memainkan gitar, floor drum, dan flute serta menjadi backing vokal.

Kali ini, berganti Jason yang dikejutkan oleh band pengiringnya dan para penonton. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" untuk pria kelahiran Virginia 23 Juni 1977.

"Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Jason Mraz. Ayo nyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya," ujar salah seorang gitaris band pengiring Jason Mraz.

Lagu "Selamat Ulang Tahun" berkumandang, dinyanyikan oleh ribuan penonton. Jason pun tak dapat menyembunyikan wajah bahagianya. Ia lalu menundukkan badannya mengisyaratkan ucapan terimakasih yang begitu mendalam.

"Benar-benar malam yang sempurna. Terimakasih semua atas nyanyiannya," kata Jason sambil tersenyum.

Kemudian ia kembali membawakan lagu barunya "Living in the Moment" dan "Frans D. Fixer". Lalu lagu "Remedy" disajikan dengan selipan jam session sementara penonton pun ikut bernyanyi bersama.

Jason kembali tampil sendiri pada lagu "Mr. Curiousity". Kali ini ia membawakannya sambil memainkan piano. Di tengah lagu, ia memamerkan kemampuannya bernyanyi seriosa yang membuat takjub penonton. Tepuk tangan pun bergemuruh.

"Ulang tahun saya beberapa tahun bagus, beberapa tahun tidak. Saya menulis lagu ini saat saya sedang ulang tahun," kata Jason sebelum menyanyikan lagu yang menyayat hati tersebut.

Hampir diujung lagu, para personel band-nya satu persatu masuk dan mengiringi Jason. Sayatan biola dan iringan band menambah syahdu lagu tersebut.

Suasana kembali ceria saat ia membawakan lagu "Butterfly' dan "I'm Yours" secara berturut-turut, lagu yang membuatnya semakin meroket di dunia musik. Bahkan, "I'm Yours" menjadi salah satu "Song of the Year" dan menduduki tangga lagu Billboard Hot 100 terlama dalam sejarah.

Jason pun menambah lagu pada konsernya dengan "Bella Luna" yang disajikan dengan gaya reggae dilanjutkan dua lagu terbarunya "93 Million Miles" dan "I Won't Give Up".
Penonton membentuk koor menyanyikan lagu "I Won't Give Up" sekaligus menandai berakhirnya konser. Lagu tersebut merupakan single yang dilepas Jason sebelum merilis album terbarunya "Love is a Four Letter Word".

Jason mengaku ingin membawa pesan dalam album barunya tersebut, bahwa cinta dapat mempengaruhi hidup seseorang.

"Cinta itu adalah hal yang paling sulit untuk dimengerti. Saya patah hati dan jatuh cinta. Kadang saya tidak tahu cinta itu apa. Saya masih mencari tahu tentang cinta," ujarnya.

Akhirnya konser harus berakhir. Bersama delapan personel band-nya, Jason menundukkan badan kepada para penonton serta melambaikan tangan.

"Selamat tinggal, jumpa lagi," ujarnya.

Kepedulian
Jason Mraz hadir di dunia musik bukan sekedar membawa lagu-lagu cinta kepada dunia namun kepedulian. Musik baginya bukan hanya sebagai wadah perayaan kreatifitas, namun juga sebagai wadah untuk berbagi dengan sesama.

Ia dikenal sebagai musisi yang sangat peka terhadap hal kemanusiaan dan lingkungan. Oleh karena itulah, ia membentuk sebuah organisasi Jason Mraz Foundation sebagai bukti sumbangsih nyata darinya.

Jason Mraz Foundation mengusung empat pilar penting kemanusiaan yakni kesetaraan manusia, lingkungan, seni dan pendidikan, serta program pendampingan. Ia selalu menyisihkan sebagian hasil konser untuk pendanaan organisasi tersebut, termasuk konser turnya kali ini.

"Saya mau menggunakan keinginan saya untuk peduli terhadap hal-hal tersebut lewat organisasi saya," katanya.

(M047)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca