Rabu, 1 Oktober 2014

Wilayah perbatasan Pulau Sebatik dijadikan kawasan industri

Selasa, 26 Juni 2012 17:28 WIB | 3.036 Views
Wilayah perbatasan Pulau Sebatik dijadikan kawasan industri
Ilustrasi -- Pulau Sebatik, Kaltim yang merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, diambil dari pesawat Casa NC-212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Nunukan (ANTARA News)- Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur dalam waktu dekat ini akan dijadikan kawasan industri dan pusat perdagangan antar negara.

Lokasi kawasan ini dipersiapkan sekitar 1.000 hektar. Untuk merealisasikan rencana ini, pemerintah Kabupaten Nunukan telah mengambil langkah-langkah dengan melakukan reklamasi pantai di sepanjang Desa Tanjung Aru, kata Bupati Nunukan, Drs Basri.

Kawasan industri ini, menjadi awal dari upaya pemkab Nunukan menjelang pemekaran pulau yang berbatasan dengan negeri jiran Malaysia untuk menjadi otonomi baru sebagai kota.

"Jadi dengan adanya kawasan industri juga, segala bentuk perdagangan lintas batas yang terjadi selama ini akan ditertibkan. Agar tidak melakukan kegiatan usaha dengan cara ilegal," katanya. 

Pembangunan reklamasi pantai dalam waktu dekat sudah dimulai dengan cara multiyear menggunakan anggaran sebesar Rp40 milyar. Selain itu, ada bantuan dana dari APBN sebesar Rp7 milyar, jelas Basri.

Melalui reklamasi ini, diharapkan investor berbondong-bondong masuk Pulau Sebatik mengelola sumber daya alam yang variatif di pulau itu. Mulai dari perikanan, pertanian, perkebunan dan lain-lainnya.

Mengawali pembangunan reklamasi untuk lokasi kawasan industri itu, telah dibangun penahan ombak. Di lokasi ini juga nantinya dijadikan sebagai kawasan perkantoran setelah Pulau Sebatik dimekarkan.

"Kan kalau Sebatik nantinya dimekarkan, tanah kosong akan habis. Makanya disiapkan memang lokasi untuk perkantoran itu," ujar Basri.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga