Jakarta (ANTARA News) - Ilustrator Wedha Abdul Rasyid (61), yang membuat ilustrasi novel "Lupus", mengajak komikus muda Indonesia menghasilkan karya-karya khas yang bisa menjadi ciri seni tanah air.

Ilustrator yang sedang mengembangkan aliran seni Wedha's Pop Art Portrait  (WPAP)--teknik reproduksi potret khas Wedha-- itu tahu saat ini banyak komik Indonesia yang dipengaruhi gaya manga Jepang.

"Bukannya jelek manga itu, tapi jangan sampai anak-anak muda berpikir bahwa seni ilustrasi itu ya manga. Itu hanya salah satu gaya saja," kata Wedha saat ditemui di pameran pop culture Popcon Asia di Jakarta Convention Center.

Menurut Wedha, yang memajang beberapa karya WPAP di Popcon Asia, para seniman muda harus menemukan gaya ilustrasi yang tepat untuk melukiskan kehidupan Indonesia.

"Gimana cara buat ilustrasi orang desa yang tinggal di gunung misalnya, kalau pakai gaya manga? Aneh kan jadinya," kata Wedha kepada Antara News.

Wedha juga mengajak anak-anak muda Indonesia menjadi "humas" seni khas tanah air.

"Suatu karya yang akan sukses itu pasti didukung orang banyak. Sayangnya orang kita masih seneng jadi Public Relation orang asing," kata Wedha.

(nan)