Rabu, 1 Oktober 2014

"Kenaikan harga gas industri tidak ideal"

Jumat, 29 Juni 2012 20:11 WIB | 2.844 Views
Menteri Perindustrian, MS Hidayat (FOTO ANTARA)
kebijakan kenaikan harga gas yang secara bertahap, yakni terdiri atas 35 persen pada 2012 dan 15 persen pada 2013, cukup bagi pengusaha.
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perindustrian MS Hidayat menilai kenaikan harga gas industri yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar 50 persen tidak ideal.

"Menurut saya, kenaikan harga gas industri sebesar 50 persen itu tidak ideal," kata Hidayat di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat.

Akan tetapi, lanjut Hidayat, dengan kebijakan kenaikan harga gas yang secara bertahap, yakni terdiri atas 35 persen pada 2012 dan 15 persen pada 2013, cukup bagi pengusaha.

"Kenaikan harga gas industri secara bertahap dapat menjawab keinginan para pengusaha. Hal ini juga cukup dapat memberikan kompensasi bagi industri pengguna gas," ujar Hidayat.

Menurut Hidayat, para pengusaha tidak menyetujui jika harga gas industri dinaikkan secara langsung tanpa tahapan karena memberatkan mereka.

Hidayat menuturkan harga gas ekspor yang paling ideal adalah tidak terpaut pada harga dalam negeri, melainkan dengan harga ekspor yang berkisar 15 dolar AS hingga 18 per mmbtu.

"Harga itu (15--18 dolar AS) yang paling ideal. Namun sayangnya sekarang ini sudah mendekati 10 dolar AS di dalam negeri dan 15 dolar AS untuk ekspor," ungkap Hidayat.

Hidayat menambahkan jika saat ini masih terdapat harga gas yang diekspor ke beberapa negara dengan harga rendah dibandingkan harga gas industri dalam negeri, maka negosiasi ulang dapat dilakukan.

(R027)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga