Senin, 28 Juli 2014

Pembunuhan Ketua FBR terkait motif balas dendam

Jumat, 29 Juni 2012 21:37 WIB | 4.181 Views
Tangerang (ANTARA News) - Bentrok organisasi massa di Tangerang Selatan, Banten, yang mengakibatkan tewasnya ketua FBR Gardu Tapak Jalak, Muhidin alias Picuk berlatar belakang balas dendam.

"Motif bentrokan hingga ada korban meninggal dikarenakan adanya balas dendam dari salah satu kelompok kepada kelompok lainnya," kata Kasatreskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Shinto Silitonga di Tangerang, Jumat.

Ia menjelaskan, peristiwa bentrokan berawal dari penyerangan ormas FBR ke pos ormas PP Ranting Ulujami pada hari Selasa (26/6) yang mengakibatkan kerusakan pada tempat kerja anggota ormas PP yakni steam motor dengan satu orang menjadi korban.

Kemudian, pada pukul 22.00 WIB, massa dari ormas PP berkumpul di Pos Ranting Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, massa bergerak menuju Ruko Sabar Ganda di Jalan Raya Ceger Raya, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang, yang menjadi lokasi gardu Tapak Jalak FBR.

Dari peristiwa itu, Ketua FBR Gardu Tapak Jalak, bernama Muhidin alias Picuk tewas di tempat dengan luka di kepala, leher, paha, dagu, dada dan ususnya terburai.

Lalu, pada tanggal 27 Juni, polisi melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi dari ormas FBR dan dilanjutkan tanggal 28 Juni memeriksa empat orang saksi dari ormas PP.

Hingga akhirnya, Poresta Tangerang menetapkan lima orang tersangka ML, AJ, AK, AB dan YM dengan barang bukti 15 senjata tajam.

Adapun ancaman yang dikenakan kepada lima pelaku tersebut adalah pasal 170 ayat 2 KUHP tentang kekerasan yang mengakibatkan maut dengan pidana 12 tahun penjara. Lalu, pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dan mengakibatkan mati dengan pidana penjata tujuh tahun.

Polisi juga telah menetapkan sembilan orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni ROG alias Ginting, DS alias The Max, MRP, SQ, APP alias Jawa, S alias Sugek, DMP alias Dewa, MA alias Ganda dan DS.

Bahkan, polisi juga menitikberatkan kepada dua orang yakni ROG dan DS alias the Max, sebagai tokoh utama dalam bentrokan kelompok massa.

"Kami sudah peroleh informasi mengenai keberadaan mereka. Maka, dalam waktu cepat akan dilakukan penangkapan," katanya.

Mengenai pembakaran kendaraan di rumah wakil ketua DPRD Kota Tangerang, Karnadi, selaku ketua I PAC PP Tangerang, Shinto menjelaskan bila hal itu dalam penanganan Polres Metro Tangerang.

"Penangana yang kita lakukan adalah untuk kasus pembunuhan. Namun, kami berkoordinasi untuk menyelasikan kasus ini," katanya.

(KR-AIF/H-KWR)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca