Kamis, 2 Oktober 2014

Pemkab Kukar diminta jadilan Erau tujuan internasional

Minggu, 1 Juli 2012 16:26 WIB | 2.108 Views
Jadi jangan hanya sebatas event wisata daerah nasional, tetapi saya minta pemerintah daerah untuk menjadikan Erau sebagai destinasi pariwisata Internasional,"
Tenggarong (ANTARA News) - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar meminta  Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk menjadikan pesta adat, seni dan budaya Erau sebagai tujuan wisata internasional.

"Jadi jangan hanya sebatas event wisata daerah nasional, tetapi saya minta pemerintah daerah untuk menjadikan Erau sebagai destinasi pariwisata Internasional," ujarnya saat membuka Erau Pelas Benua Etam 2012, di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu.

Menurut dia, upaya Pemkab Kukar melestarikan adat istiadat dan budya kerajaan tertua di Indonesia ini sangat tepat. Karena sangat penting budaya dan nilai luhur bangsa di pelihara.

Untuk itu, menurut Sapta, Erau perlu dikenal di mancanegara, sehingga negara-negara yang masih menghargai kerajaan bisa tahu bagaimana hebatnya Indonesia yang memiliki dan melestarikan budaya kerajaan.

"Hanya bangsa yang besar dan maju yang mempertahankan kearifan lokal warisan adi luhung, contohnya Jepang dan Inggris yang maju tetap mempertahankan budaya," katanya.

Sementara Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, meski kehilangan ikon Kota Raja Tenggarong yaitu jembatan Kartanegara, namun pihaknya tak patah arang untuk bangkit melanjutkan pembangunan, diantaranya pada sektor Pariwisata.

Dikatakannya, dengan kearifan lokal yang dimiliki Kukar, merupakan modal utama dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Dengan latar berlakang kerajaan tertua, berbagai potensi budaya dapat dikelola dan dikembangkan menjadi komoditas guna meningkatkan pendapatan asli daerah.

"Melalui Erau ini akan semakin memperkuat kecintaan pada adat, sekaligus memberikan informasi bagi investor tentang p0eluang investasi di Kukar, serta menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mengimplementasikan ide kreatif yang menghasilkan," harapnya.

Pada pembukaan Erau itu juga dimeriahkan dengan tari massal yang berjudul Semarak Budaya Erau Kutai Kartanegara dengan durasi 22 menit, yang didukung 400 penari dari kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa. Lalu juga dibacakan riwayat perjuangan Adji Muhammad Idris yang merupakan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XIV (1732--1739).

Pembukaan Erau ditandai dengan penyalaan tujuh Brong atau obor yang terbuat dari batang aren, diantaranya dilakukan oleh Wamen Parekraf, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Bupati Kukar Rita W, Ketua DPRD Kukar Awang Jacoub Luthman, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subekti,Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAP Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat.

Sebelum acara pembukaan di Stadion, terlebih dahulu dilaksanakan upacara adat Mendirikan Ayu di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang dipimpin Sultan HAM Salehuddin II, sebagai tanda dimulainya Erau.
(KR-ADI/A041)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga