Selasa, 21 Oktober 2014

Pembalak liar masih merambah Meru Betiri

| 7.780 Views
id taman nasional meru betiri, kerusakan hutan, pembalakan liar, perambahan hutan, pengamanan hutan
Pembalak liar masih merambah Meru Betiri
Pembalakan hutan secara liar mengancam kelestarian kawasan konservasi. (ANTARA/FB Anggoro)
Sebagian besar pelakunya tidak tertangkap, petugas hanya menemukan bekas pohon dan kayu yang sudah ditebang oleh pelaku.
Jember (ANTARA News) - Pembalak liar masih merambah kawasan hutan konservasi Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut koordinator polisi hutan TNMB, Musafa, petugas mencatat 29 kasus penebangan pohon liar di kawasan Meru Betiri sepanjang Januari-Mei 2012, dua kasus lebih banyak dari jumlah kasus pada kurun yang sama tahun lalu.

"Sebagian besar pelakunya tidak tertangkap, petugas hanya menemukan bekas pohon dan kayu yang sudah ditebang oleh pelaku," katanya saat ditemui di kantor Balai TNMB Jember, Senin.

Ia menjelaskan pula bahwa penebangan kayu ilegal paling banyak terjadi di kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu yang luasnya mencapai 28.370 hektare. Kawasan itu meliputi empat desa di Kabupaten Jember.

"Karena jumlah petugas yang memantau wilayah itu sangat terbatas," kata dia.

Dia menambahkan, selanjutnya petugas akan mengintensifkan pengawasan untuk mencegah penebangan pohon ilegal di kawasan hutan Meru Betiri yang luasnya sekitar 58 ribu hektare.

Data di TNMB menunjukkan, jumlah kasus pembalakan liar tahun 2008 sebanyak 65 kasus, tahun 2009 sebanyak 58 kasus, tahun 2010 sebanyak 43 kasus, dan tahun 2011 sebanyak 55 kasus.

(ANT-070)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga