Bandara Samarinda Baru jadi momentum bangkitnya Kaltim

Selasa, 3 Juli 2012 04:28 WIB | 4093 Views

Samarinda sudah merasakan pengalaman pahit soal keberadaan bandara, yakni Bandara Temindung yang begitu dibangun langsung banyak pemukiman di sekitarnya."
Berita Terkait
Samarinda (ANTARA News) - Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan, Santoso Eddy Wibowo, mengatakan keberadaan Bandara Samarinda Baru (BSB) dapat dijadikan momentum kebangkitan pengembangan Provinsi Kaltim, terutama Samarinda yang sebagai ibu kota provinsi.

"Samarinda sudah merasakan pengalaman pahit soal keberadaan bandara, yakni Bandara Temindung yang begitu dibangun langsung banyak pemukiman di sekitarnya," ujar Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi Perhubungan, Santoso Eddy Wibowo, saat meresmikan pembangunan Gedung Terminal BSB di Samarinda, Senin (2/7).

Dilanjutkan, padatnya pemukiman di Bandara Temindung itu membuat keberadaan bandara tidak dapat dikembangkan, pasalnya selain lahan yang sempit juga membahayakan keselamatan karena padatnya pemukiman penduduk.

Belajar dari pengalaman itu, katanya, maka keberadaan BSB yang saat ini masih dalam tahap pembangunan itu, tata ruangnya harus dimankan, jangan sampai begitu bandara jadi, kemudian banyak warga yang membangun pemukiman di sekitarnya.

Hal ini menjadi tanggung jawab Pemkot Samarinda yang dibantu oleh Pemprov Kaltim, sehingga pemerintah setempat agar secepatnya membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang larangan warga membangun kawasan pemukiman penduduk di sekitar BSB.

Menurut dia, sesuai dengan koridor ekonomi Kalimantan yang ditetapkan sebagai pusat pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional, maka transportasi menjadi sektor yang sangat vital dalam perkembangannya.

Terkait dengan itu, infrastruktur berupa sarana dan prasarana memegang peranan penting dalam mendukung terwujudnya kesuksesan program pusat di daerah.

Di Kalimantan Timur terkenal banyak sungai, sehingga keberadaan bandara sangat penting, terlebih saat ini masyarakat lebih memilih transportasi udara karena lebih efektif dan efisien.

Dia juga berharap agar BSB cepat selesai, sehingga Bandara Temindung yang memang sudah tidak layak itu dapat segera pindah ke BSB yang terletak di Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara tersebut.

Jika BSB tuntas, lanjutnya, maka Samarinda akan memiliki bandara representatif sekelas yang dimiliki ibu kota provinsi lainnya. Hal ini akan berdampak positif terhadap perkembangan moda transportasi udara di Indonesia, khususnya di Kaltim dan Kalimantan.

(KR-GFR/A041)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar
CurrencyLastHighLow+/-
AUD/RP9,485.789,589.169,459.47-91.68
EUR/RP12,496.8012,574.1012,466.40-70.85
JPY/RP94.5995.5594.46-0.81
USD/RP9,745.009,790.009,745.00-10
SIN/RP7,750.127,800.887,742.73-43.9
Last Update: 19-05-2013 11:22

Emas turun untuk ketujuh sesi berturut-turut

Emas turun untuk ketujuh sesi berturut-turutEmas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange merosot lagi pada Jumat (Sabtu pagi WIB) untuk ketujuh ...

Wamenkeu: penurunan peringkat tidak berdampak penerbitan obligasi

Wamenkeu: penurunan peringkat tidak berdampak penerbitan obligasiWakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan penurunan peringkat Indonesia menjadi stabil oleh lembaga ...