Jakarta (ANTARA News) - Operator jaringan 'code division multiple access' (CDMA) Smartfren menghadirkan toko aplikasi (App Store) sebagai strategi meningkatkan pendapatan dari layanan data atau value-added service (VAS).

"Tahun ini kami mengharapkan layanan VAS berkontribusi lima hingga 10 persen terhadap seluruh pendapatan (Smartfren) sebagai pemulihan kasus penyedia konten (content provider) pada akhir 2011," kata Manajer Umum VAS Smartfren, Febrian Anas, di Jakarta, Rabu.

Febrian mengatakan layanan VAS mengkontribusi sekitar lima hingga 10 persen terhadap seluruh pendatapan Smartfren pada 2011.

"Posisi layanan tradisional pelanggan seperti pesan singkat (sms), nada dering (ring back tone), dan layanan suara sekitar 60 persen dari keseluruhan layanan smartfren dibanding layanan VAS," kata Febrian.

Smartfren App Store merupakan layanan seluler bernilai tambah bagi pengguna ponsel berbasis Android.

Layanan tersebut menyediakan beragam kategori aplikasi seperti musik, permainan, gambar, dan video.

Febrian mengatakan Smartfren belum menargetkan jumlah unduhan layanan App Store hingga dua-tiga bulan mendatang.

"Kami baru bisa melihat pertumbuhan setelah dua hingga tiga bulan lagi karena kompetitor utama pasar Android adalah Google Play," kata Febrian.

Pengguna layanan VAS Smartfren, menurut Febrian, mencapai sekitar 100 ribu per kuartal II 2012.
(I026)