Kamis, 31 Juli 2014

Spa Bali populer di Rusia

Kamis, 5 Juli 2012 10:31 WIB | 5.013 Views
Moskwa (ANTARA News) - Perawatan tubuh dan seni pijat khas Bali ternyata populer di Rusia dan orang-orang Negeri Beruang Putih itu menggemarinya sampai rela mengeluarkan uang 100 sampai 400 dolar AS untuk menikmatinya.

"SPA Bali lagi ngetrend di Rusia mengalahkan popularitas seni pijat bangsa lain seperti shiatsu," kata Dubes RI di Rusia Djauhari Oratmangun saat menjamu delegasi Indonesia pada World Media Summit di Cafe Mania, Moskwa, Kamis,.

Delegasi Indonesia yang diwakili para pejabat LKBN ANTARA, TVRI, RRI dan Detik.com itu dijamu Dubes dengan sajian makanan dan minuman beraroma Indonesia, diantaranya kue Raja Ampat dan wedang jahe.

Dubes mengatakan warga Rusia yang memadati cafe dekat dengan Kremlin itu umumnya sudah pernah ke Bali dan Raja Ampat, Papua, atau minimal telah mengenal tradisi, kuliner, seni budaya dan seni pijat khas Bali.

Saat ini, menurut Djauhari, ada lebih dari 400 pekerja SPA Bali di Rusia yang tersebar di kota-kota besar seperti Moskwa, St.Petersburg, dan Vladivostok.

Industri SPA Bali di Rusia berkembang sejak sekitar lima tahun lalu dan makin banyak wanita Indonesia yang bekerja pada sektor pariwisata ini.

Para pekerja SPA Bali didatangkan ke Rusia secara resmi oleh perusahaan Sim Krasok melalui perizinan yang berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif.

SPA Bali dipromosikan besar-besaran oleh perusahaan ini ke berbagai media, bahkan Bandara Internasional Demodevodo pun mengiklankannya dengan gambar layanan kebugaran dengan pijatan khas tradisional Bali.

Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Agum Gumelar pekan lalu sempat bertemu dengan para wanita Indonesia yang bekerja pada sindustri wisata ini di KBRI.

"Ibu menteri sangat mendukung berkembangnya SPA Bali di Rusia dan berpesan kepada para pekerja di sektor ini agar tetap menjaga nama baik Indonesia," kata Djauhari.

Para pekerja Indonesia, tambah Kabid Penerangan KBRI Moskwa M Aji Surya, umumnya bahagia dan sejahtera karena dilindungi aturan resmi, sedangkan KBRI terus memantau keberadaan mereka.

Setiap 17 Agustus, saat Indonesia merayakan hari kemerdekaan, perusahaan meliburkan pekerjanya.

"KBRI jadi ramai oleh mereka. Setelah upacara bendera, kita makan bersama," kata Aji Surya.

Aji mengatakan para pekerja Indonesia ini hidup makmur dan bisa berkirim uang hasil kerjanya ke Indonesia. Mereka bahkan bisa lebih dulu memiliki gadget-gadget canggih  ketimbang para diplomat Indonesia di Rusia.

(A017/C004)

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga