Ankara (ANTARA News) - Komando Angkatan Bersenjata Turki, Kamis, menyatakan telah menemukan mayat kedua pilot jet yang ditembak-jatuh oleh Suriah pada Juni, dari dasar laut sejauh 8,6 mil laut dari pantai Suriah.

Kedua mayat tersebut, katanya, ditemukan pada kedalaman 1.260 meter di dekat puing jet yang telah hancur jadi delapan potong, demikian laporan Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis malam.

Mayat itu, katanya, telah diterbangkan ke Kota Malatya, tempat jet tersebut telah lepas-landas pada 22 Juni.

Pada Ahad (24/6), Turki menyatakan Suriah menembak-jatuh pesawat militernya di perairan internasional, tanpa peringatan, dan mengumumkan Ankara akan secara resmi berkonsultasi dengan sekutunya di NATO mengenai reaksi yang akan dilakukan.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmed Davutoglu saat itu memberitahu stasiun TV resmi, TRT, pesawat tersebut telah memberi tanda jelas sebagai pesawat Turki.

Davutoglu mengatakan ia tak sependapat dengan pernyataan Suriah sebelumnya bahwa Damaskus tidak tahu pesawat itu milik Turki.

Suriah telah menyatakan pesawat tersebut terbang rendah dan berada di wilayah perairan Suriah ketika ditembak-jatuh.

Pada Sabtu (23/6), Presiden Turki Abdullah Gul mengatakan tak mungkin untuk mengabaikan fakta bahwa Suriah telah menembak-jatuh jet tempur Turki dan mengatakan semua yang perlu dilakukan setelah peristiwa itu akan dilakukan, demikian laporan media Turki.

Militer Turki menyatakan telah kehilangan kontak dengan satu jet tempur F-4-nya di lepas pantai Turki selatan, dekat Suriah, Jumat pagi (22/6), dan Damaskus belakangan mengakui telah menembak-jatuh pesawat tersebut.

Dewan Atlantik Utara, Selasa (26/6), bertemu untuk melakukan konsultasi atas permintaan Turki, setelah jet tempurnya ditembak-jatuh oleh Suriah, kata para diplomat NATO.

Pertemuan tersebut dihadiri duta besar dari 28-negara perhimpunan Atlantik Utara dan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen, yang mengadakan taklimat setelah pertemuan itu. (C003)