Jakarta (ANTARA News) - Ahli sejarah seni Italia mengatakan mereka telah menemukan sekitar 100 sketsa dan lukisan berharga karya Michelangelo Merisi da Caravaggio, pelukis barok Italia yang menggabungkan pengamatan fisik dan emosi manusia secara realistik dengan pencahayaan dramatis.

Ahli sejarah seni Maurizio Bernardelli Curuz dan Adriana Conconi Fedrigolli meluncurkan dua buku elektronik berbahasa Italia yang merinci riset mereka dan proses atribusi karya-karya awal pelukis yang meninggal dunia tahun 1610 tersebut.

Di antara sejumlah besar sketsa yang ditemukan, terdapat lukisan. Kebanyakan ditemukan diantara arsip seniman Simone Peterzano di kastil Sforzesco Milan, demikian menurut wawancara penulis dengan kantor berita Ansa.

Menurut kedua sejarawan itu nilai total karya-karya seni tersebut sekitar 700 juta euro atau 870 juta dolar AS.

Caravaggio belajar ke Peterzano selama tahun 1584 sampai 1588, dan tak ada lukisan dia semasa muda yang diketahui masih bisa bertahan. Sebelumnya hanya ada sekitar 90 lukisan Caravaggio yang diyakini ada.

Sejarawan seni yang lain meragukan klaim kedua penulis setelah melihat gambar sketsa yang disebut karya Caravaggio. Mereka memperingatkan bahwa riset tersebut belum diverifikasi.

"Saya akan menunggu untuk melihat hasil riset selengkapnya, tapi sejauh ini gambar yang saya lihat sepertinya tidak bisa dikaitkan dengan Caravaggio," kata Francesca Cappelletti, peneliti dan penulis buku tentang karya Lombardy.

"Kita harus bersikap sangat hati-hati," kata Cristina Terzaghi, sejarawan seni di University of Rome III dan penulis buku tentang Caravaggio.

"Sketsa ini sangat terkenal. Saya sendiri telah melihat sketsa-sketsa itu. Penelitian mereka harus dipelajari secara hati-hati dan diverifikasi oleh komunitas peneliti," tambah Terzaghi seperti dikutip kantor berita Reuters.

Caravaggio, yang dianggap sebagai pelukis terbesar Italia pada masanya, menjalani kehidupannya keras dan berantakan sebelum meninggal dunia pada usia 38 tahun di pantai selatan Roma dalam keadaan misterius, konon setelah mendapat pengampunan.

Ia sering dipenjara dan pernah membunuh seorang lelaki dalam perkelahian di Roma. Paus mengeluarkan surat perintah eksekusi untuk dia.

(nta)