Selasa, 29 Juli 2014

Saif al-Islam tak akan mendapat keadilan di Libya

Jumat, 6 Juli 2012 21:34 WIB | 2.358 Views
Saif al-Islam tak akan mendapat keadilan di Libya
Saif al-Islam (FOTO. ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Menurut pengacara Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Melinda Taylor, putra Muammar Gaddafi, Saif Al-islam,  tidak akan mendapat pengadilan yang adil di Libya.

Pernyataan ini  Taylor sehari setelah dia dibebaskan dari penahanan oleh Libya.  Dia menyebut hak Saif mendapat keadilan telah terkontaminasi oleh "prasangka'.

Taylor ditahan di Libya selama empat minggu karena tuduhan mata-mata setelah mengunjungi anak mantan penguasa Libya tersebut.

Saif al-Islam Gaddafi didakwa ICC karena melakukan kkejahatan kemanusiaan.

Libya bersikeras bahwa Saif harus diadili di negaranya.

Taylor menyatakan bahwa tindakannya di Libya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh ICC. "Terlepas dari apa yang terjadi pada saya, saya melihat ada prasangka buruk terhadap klien saya Saif al-Islam," kata dia seperti dikutip BBC.

Ini adalah pertama kali pengacara Australia berbicara ke publik setelah rilisnya pada Senin.

Taylor dan tiga staff ICC lainnya dituduh melakukan mata-mata ketika mengunjungi Saif Al-islam di kota Zintan.

(ans)


Penerjemah: PR Wire

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga