Selasa, 2 September 2014

Bom bunuh diri di Irak Tengah, 10 orang tewas

Sabtu, 7 Juli 2012 07:40 WIB | 2.622 Views
Bom bunuh diri di Irak Tengah, 10 orang tewas
- (ist)
Baghdad (ANTARA News) - Sepuluh orang tewas dan 38 lainnya luka-luka ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di Ramadi, kota sekitar 100 kilometer sebelah barat ibu kota Irak, Baghdad Jumat malam, kata sumber polisi.

Sumber polisi, tanpa menyebut nama, mengatakan kepada Xinhua bahwa insiden itu terjadi di pesta pernikahan seorang perwira polisi setempat di pusat kota Ramadi, ibu kota Provinsi Anbar pusat.

Sejauh ini tidak ada yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, kata polisi, yang menambahkan bahwa banyak korban cedera kini berada dalam situasi yang serius.

Provinsi Anbar, satu wilayah yang didominasi Sunni, telah menjadi sarang pemberontakan dalam perang yang melanda Irak.

Sebelumnya ledakan bom mobil itu diberitakan menewaskan tujuh orang dan mencederai 20 lain di kota Ramadi, Irak tengah, Jumat, kata beberapa sumber kepolisian dan rumah sakit.

Korban tewas dalam ledakan di daerah permukiman di kota sekitar 100 kilometer sebelah barat Baghdad itu umumnya wanita, kata sumber-sumber itu.

"Kami mendengar ledakan besar dan ketika kami tiba di lokasi kejadian, kami mendapati sebuah mobil yang diparkir terbakar," kata seorang polisi.

"Mayat bergeletakan di berbagai tempat dan sejumlah rumah hancur," kata polisi yang menolak disebutkan namanya itu.

Ia menambahkan, polisi mengangkut korban-korban yang cedera dan menutup daerah itu karena khawatir terjadi ledakan lebih lanjut.

Sepanjang Juni Irak dilanda gelombang serangan yang menewaskan sedikitnya 282 orang, menurut hitungan AFP, sementara data pemerintah menyebutkan jumlah kematian pada bulan itu hanya 131 orang.

Kekerasan di Irak turun dari puncaknya pada 2006 dan 2007, namun serangan-serangan masih terus terjadi. Menurut data pemerintah, 132 orang Irak tewas pada Mei.

Irak dilanda kekerasan yang menewaskan ratusan orang dan kemelut politik sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.

Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga