Minggu, 31 Agustus 2014

BI : NPL UMKM masih dibawah lima persen

Rabu, 11 Juli 2012 00:16 WIB | 4.612 Views
BI : NPL UMKM masih dibawah lima persen
Bank Indonesia - BI (FOTO ANTARA News)
Tanjungpinang (ANTARA News) - Bank Indonesia mengatakan berdasarkan skala "Non Performing Loan/NPL" atau kredit kurang lancar, diragukan dan macet, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah masih di bawah lima persen.

"Data Maret 2012, skala NPL UMKM sebesar 3,92 persen dan itu masih jauh dari batas maksimal 5 persen serta tergolong masih relatif masih baik," kata Analis Kredit Senior Departemen Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia, Wiwin Purwati usai menjadi pembicara dalam sosialisasi pendirian Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa.

Wiwin mengatakan, berdasarkan skala NPL tersebut, untuk usaha mikro NPL nya sebesar 3,5 persen, usaha kecil sebesar 5,3 persen, usaha menengah 3,1 persen dan kredit perbankan 2,3 persen.

Untuk angka kredit UMKM pada posisi April 2012 menurut Wiwin sebesar 20,65 persen dari total kredit perbankan.

Sementara berdasarkan skala usaha paling besar, diberikan kepada usaha menengah sebesar 47,48 persen, usaha kecil 31,84 persen dan usaha mikro 20,68 persen.

"Sedangkan berdasarkan penggunaannya terbesar untuk modal kerja sebesar 77,67 persen, sisanya untuk investasi," kata Wiwin.

Bank Indonesia, menurut Wiwin tetap berupaya untuk mendorong peningkatan penyaluran kredit oleh perbankan kepada UMKM.

Pendirian PPKD di daerah, menurutnya dapat secara langsung mendorong perbankan dalam penyaluran kredit kepada UMKM dengan adanya pembagian resiko kredit.

"BI di daerah juga mempunyai peranan sebagai fasilitator antara pemerintah daerah, DPRD dan perbankan didaerah dalam upaya percepatan pendirian PPKD," katanya. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga