Rabu, 1 Oktober 2014

200 orang diduga tewas dalam pertempuran di Suriah

Jumat, 13 Juli 2012 06:27 WIB | 3.936 Views
200 orang diduga tewas dalam pertempuran di Suriah
Kekerasan dan pembantaian yang terus terjadi di Suriah memicu respon dari masyarakat internasional. Aliansi Solidaritas Pemuda Indonesia untuk Demokrasi Suriah berunjuk rasa mengecam pembantaian di Suriah dan mendesak pemerintah berperan aktif mendukung penyelesaian masalah negara itu.(ANTARA/Erwin)
Damaskus (ANTARA News) - Televisi pemerintah Suriah pada Kamis malam menyebutkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata telah melakukan pembantaian di kota al-Traimseh, provinsi Hama tengah untuk menjebak tentara Suriah dan para aktivis menduga sedikitnya 200 orang tewas di kota itu.

Stasiun televisi itu menyatakan, kelompok bersenjata melakukan pembantaian, menembak tanpa pandang bulu pada warga al-Traimseh dan membuat warga mencari bantuan kepada tentara Suriah.

Menurut media negara itu, tiga tentara tewas ketika memerangi kelompok bersenjata di kota yang sedang bergolak namun pasukan tentara juga menimbulkan kerugian besar pada para penyerang.

Sementara itu, jaringan aktivis Komite Koordinasi Lokal menyatakan sedikitnya 200 orang tewas di al-Traimseh dalam apa yang disebut sebagai pembantaian. Para aktivis oposisi menuduh pasukan pemerintah berada di balik pembantaian itu.

Laporan kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa dalam hal ini pemerintah Suriah menuduh, sebelum setiap persidangan Dewan Keamanan PBB para pejuang bersenjata melakukan pembantaian untuk mengungkit perlawanan terhadap legitimasi Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Utusan Khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah Kofi Annan sebelumnya mengatakan Dewan Keamanan PBB sedang membahas langkah terbaru untuk menyelesaikan konflik di Suriah.

Annan mengatakan itu di hadapan 15 anggota DK PBB melalui video jarak jauh dari Jenewa, setelah lawatannya ke Suriah, Iran dan Irak pada pekan ini.

"Dewan sekarang mendiskusikan langkah-langkah berikutnya dan tindakan apa yang dapat mereka ambil. Kita akan mengetahuinya dalam beberapa hari mendatang," kata mantan Sekretaris Jenderal PBB itu seperti dikutip AFP.

(H-AK)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga