Minggu, 21 Desember 2014

Tempat ibadah tak boleh jadi ajang kampanye

| 1.942 Views
id pilkada dki, pemilukada dki, pemilihan gubernur dki, pilgub dki, dpt, kampanye negatif, pilkada putaran dua,
Tempat ibadah tak boleh jadi ajang kampanye
(ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Kami kan bukan tukang cukur, kami akan mengawasi kampanye di luar jadwal"
Jakarta (ANTARA News) - Panwaslu  mengantisipasi kampanye negatif di tempat ibadah semasa Pilkada DKI putaran dua dengan me

 "Kami bekerjasama dengan tokoh agama bahkan lembaga-lembaga keagamaan supaya tidak terjadi black campaign terhadap pasangan calon maupun terhadap calon lain," ujar Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah, Rabu.

Panwaslu akan mengeluarkan imbauan agar tempat ibadah tidak dijadikan ajang kampanye.

"Itu kami akan coba menyampaikan ke tokoh-tokoh masyarakat maupun tokoh agama agar tidak melakukan kampanye di tempat ibadah dan tempat pendidikan," kata Ramdansyah.

Mengenai pemberian sedekah selama Ramadan yang bisa diasumsikan politik uang, Panwaslu menegaskan pemberian bantuan kepada masyarakat melalui tempat ibadah boleh dilakukan asal pemberi sedekah tidak menyampaikan visi misi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Tetapi Panwaslu mengaku kesulitan mengawasi kampanye negatif di jejaring sosial karena ini adalah domain dari Undang-Undang ITE.

"Kami kan bukan tukang cukur, kami akan mengawasi kampanye di luar jadwal, kalau kemudian di jejaring sosial terjadi, itu menjadi wewenang di UU ITE," ujar Ramdansyah.

Kampanye Pilkada DKI jilid dua akan berlangsung dari 14 September hingga 16 September 2012.

SDP-52

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga