Selasa, 21 Oktober 2014

Burung laut Petrel kenali keluarga lewat bau

| 4.827 Views
id burung laut, burung patrel
Burung laut Petrel kenali keluarga lewat bau
Burung laut Eropa Storm-petrel (istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Burung laut bisa mengenali keluarganya hanya lewat bau, menurut para peneliti.

Seperti dilansir dari laman BBC, dalam uji coba yang sudah disahkan, burung laut Eropa Storm-petrel menghindari bau burung yang merupakan kerabatnya. Mereka mencari bau yang asing dari burung yang tidak punya hubungan keluarga.

Para peneliti berpikir ini adalah tingkah laku yang mencegah burung agar tidak kawin dengan kerabatnya.

Penelitian yang dipublikasikan di journal Animal Behaviour ini adalah bukti pertama bahwa burung bisa mengenali pasangan yang cocok dari baunya.

Kepala peneliti Francesco Bonadonna, dari pusat Ekologi Evolusioner dan Fungsional di Montpellier, Prancis, mengemukakan bahwa burung-burung saling mengenali dengan bau.

Fenomena endus-mengendus ini sudah biasa terjadi pada mamalia. Tapi sampai baru-baru ini, peneliti berpikir bahwa burung hanya mengandalkan penglihatan dan bunyi saat memilih pasangan hidup.

Burung laut Eropa Storm-petrel tinggal bersama koloninya seumur hidup sejak mereka lahir.

"Secara teori, burung-burung ini setia hanya pada satu pasangan sepanjang hidupnya," kata peneliti.

Dia mengatakan, bau atau "komunikasi kimia" adalah "bentuk komunikasi yang paling kuno dan simpel" di dunia binatang.

"Wajar saja bila binatang memanfaatkan hal itu," tambah dia.

Setelah survey dua dekade, para peneliti punya catatan kekerabatan tiap burung. Dr Bonadonna dan koleganya lalu mengumpulkan bau tiap burung di kapas.

Hampir semua burung yang ikut dalam tes memilih kapas yang berisi bau burung yang bukan bagian keluarganya.

"Ini semakin membuktikan fakta bahwa, selama 18 tahun kami meneliti burung ini, kami belum pernah menemukan burung yang kawin dengan kerabatnya," kata Dr Bonadonna.

Dia mengemukakan bahwa mempelajari tingkah laku binatang sangat penting untuk menghindari dampak buruk yang diakibatkan aktivitas manusia.

"Polusi yang menyebar di lingkungan kita bisa berakibat buruk bagi mereka karena kita tidak tahu bagaimana reaksi binatang terhadap aktivitas manusia yang merugikan," pungkas dia.

(nan)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca