Kamis, 18 September 2014

Mari Pangestu tidak sabar ke dasar Laut Flores

Jumat, 20 Juli 2012 22:18 WIB | 4.658 Views
Mari Pangestu tidak sabar ke dasar Laut Flores
Mari Elka Pangestu. (ANTARA/Andika Wahyu)
Flores (ANTARA News) - Pesona keindahan laut Labuan Bajo di laut Flores, Nusa Tenggara Timur, yang didokumentasikan dalam film pendek memukau Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.

"Saya sudah tak sabar untuk menyelam ke dasar laut Labuhan Bajo. Pasti di sana lebih indah, lebih luar biasa dari yang di film," tutur Mari Pangestu di Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat malam.

Dalam acara dialog dengan sejumlah pejabat NTT dan Kepala Taman Nasional Komodo itu, menteri yang hobi olahraga menyelam itu berkisah tentang sejumlah lokasi penyelaman yang membuatnya terpesona. 

"Kita punya Wakatobi, Bunaken, Raja Ampat dan Derawan yang luar biasa. Semua tempat ini harus jadi andalan wisata bahari kita," katanya.

Menurut Mari, industri wisata hijau, atau eco-tourism, seperti jasa penyelaman di dasar laut harus memberikan dampak bagi masyarakat sekitar.

"Jangan sampai merusak lingkungan dan kultur masyarakat setempat. Karena dari sanalah masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat," tambahnya.

Mari mengakui, kemajuan industri pariwisata tak bisa dilepaskan dari usaha semua pihak, lintas sektoral, dalam mengembangan fasilitas dan sarana di sekitar wilayah wisata.

Di Labuhan Bajo, menurut menteri, yang mendesak untuk dibangun dalam memperpanjang landasan bandara sehingga banyak penerbangan yang singgah di sana.

"Jalan lintas Flores juga perlu dibangun untuk menghubungkan satu daerah wisata dengan daerah wisata di sekitarnya," katanya.

Mari yakin pembangunan sektor wisata di NTT dapat dipercepat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperhatikan secara serius kawasan ini.

"Kita tinggal berkoordinasi dengan kementerian lain seperti Kemendikbud dan Kmenkes. Kita upayakan membangun SMK Wisata dan klinik kesehatan berstandar internasional di kawasan Flores," katanya.
(T.M020)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga