Rabu, 22 Oktober 2014

KPU Jakarta tolak usulan Jokowi-Ahok

| 4.934 Views
id sumarno, ketua pokja kpu dki jakarta, pilkada jakarta, pasangan jokowi-ahok
KPU Jakarta tolak usulan Jokowi-Ahok
Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI Jakarta, Sumarno (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)
Jadwal itu sudah di SK-kan. Jadi kalau diubah lagi, maka akan mengubah SK juga
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI Jakarta, Sumarno, mengatakan tidak ada alasan untuk mempercepat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua.

Sebelumnya, kubu Jokowi-Ahok mengusulkan agar pilkada putaran kedua dipercepat satu hari pada Rabu, 19 September. Usulan itu didasari karena pada 20 September jatuh pada Kamis.

"KPU sudah punya jadwal yang direncanakan sudah cukup lama dan sampai hari tidak ada rencana untuk mengubah jadwal itu. Tidak ada alasan pilkada dipercepat," kata Sumarno di Jakarta, Senin.

Dikhawatirkan masyarakat akan mengambil cuti panjang dan lebih memilih berlibur ke luar kota dibandingkan menggunakan hak pilihnya.

"Itu bukan alasan untuk mencegah terjadinya golput. Kapanpun dilangsungkan pilkada, bahkan pada Minggu sekalipun, masyarakat yang sadar akan hak politiknya akan menggunakan hak pilihnya," jelas dia.

Katanya, tidak ada korelasi antara dipercepatnya jadwal pilkada dengan penggunaan hak pilih masyarakat.

"Jadwal itu sudah di SK-kan. Jadi kalau diubah lagi, maka akan mengubah SK juga," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris tim kampanye pasangan Jokowi-Ahok, M Sanusi, pengusulan itu dilakukan mengingat pada 20 September jatuh pada Kamis.

"Dikhawatirkan banyak yang mengambil cuti dan kemudian bablas hingga akhir pekan. Umumnya masyarakat Jakarta lebih memilih ke luar kota dibandingkan menggunakan hak pilihnya," kata Sanusi.

Oleh karena itu, lanjut Sanusi, pihaknya akan terus mendorong agar KPU mempercepat jadwal pilkada putaran kedua dari 20 September menjadi 19 September.

Pilkada putaran kedua DKI Jakarta rencanannya akan dilangsungkan 20 September dan akan diikuti dua pasangan calon yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok).
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca