Selasa, 21 Oktober 2014

Jenderal Tlass serukan rakyat Suriah bersatu

| 2.972 Views
id jenderal tlass, krisis suriah, bashar al-assad
Suriah baru ... tidak harus dibangun di atas balas dendam
Beirut (ANTARA News) - Jenderal Suriah Manaf Tlass Selasa menyerukan rakyat Suriah untuk bersatu dan mulai membangun negara pasca-Presiden Bashar al-Assad pada saat ia membuat penampilan publik pertama sejak membelot dari rezim.

Membaca pernyataan yang sudah disiapkan di jaringan televisi Al-Arabiya yang berbasis di Arab Saudi, Tlass meminta rakyat Suriah untuk "bersatu ... untuk mengabdi kepada Suriah setelah Bashar ... dan melakukan hal yang mustahil, untuk memastikan kesatuan Suriah, dan pastikan untuk memulai membangun Suriah baru."

Tlass, yang membelot pada 6 Juli mengatakan ia "meninggalkan (Suriah) dalam masa-masa sulit bagi negara, pada saat darah orang tak berdosa bercucuran, dan satu-satunya kejahatan adalah untuk menyerukan kebebasan."

Pembelot itu mengatakan, "Suriah baru ... tidak harus dibangun di atas balas dendam, pengecualian atau monopoli."

Ia mengatakan, ia berbicara sebagai "salah satu putra dari Tentara Arab Suriah, yang telah menolak cara rezim kriminal dan korup ... dan yang tidak dapat menerima kejahatan-kejahatannya di negara kami."

Pembelot itu mengatakan ia tidak menyalahkan para tentara yang tidak membelot, dan menambahkan bahwa "apa pun kesalahan yang dilakukan beberapa anggota Tentara Arab Suriah ... mereka adalah pasukan terhormat yang tidak menjadi bagian dalam pembunuhan tersebut ... adalah perluasan dari Angkatan Pembebasan Suriah."

Ini adalah "tugas rakyat Suriah untuk bersatu, membangun, Suriah yang bebas dan demokratis," kata Tlass.

Seorang tokoh profil tinggi militer dan mantan anggota lingkaran dalam Bashar, Tlass telah disebut sebagai seseorang yang bisa memainkan peran utama dalam tahap transisi di Suriah dan Bashar harus jatuh.

Pada 6 Juli sumber yang dekat dengan rezim mengatakan kepada AFP bahwa Jenderal Tlass telah membelot dan meninggalkan Suriah. Informasi kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Prancis

Laurent Fabius.

Sampai pidato televisi Senin, Tlass belum membuat penampilan publik secara fisik.

Seorang jenderal di Garda Republik elit dituduh melindungi rezim. Tlass adalah putra dari mantan menteri pertahanan Mustafa Tlass, teman dekat mendiang ayah Bashar al-Assad, Hafez al-Assad.

Pembelotannya dipuji di ibu kota-ibu kota Barat sebagai kemunduran kunci untuk rezim, sementara itu payung kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah menyebutkan itu sebuah "pukulan besar" bagi Bashar al-Assad.

Namun Tlass menghadapi kecaman dan kecurigaan di antara pemberontak Suriah, yang mengatakan bahwa dia dan ayahnya yang kini 80 tahun, yang tinggal di Paris, seharusnya membuat posisi jelas mereka di awal pemberontakan terhadap rezim Bashar tahun lalu.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga