Jumat, 1 Agustus 2014

Politikus veteran Mukherjee dilantik sebagai presiden India

Rabu, 25 Juli 2012 13:14 WIB | 1.714 Views
New Delhi (ANTARA News/AFP) - Politikus veteran, yang juga mantan menteri keuangan Pranab Mukherjee akan diambil sumpahnya sebagai presiden India Rabu, dengan harapan bahwa dia akan menghembuskan beberapa kehidupan segar ke dalam jabatan yang sebagian besar seremonial itu.

Kandidat resmi koalisi berkuasa yang dipimpin Partai Kongres, Mukherjee, 76 tahun, terpilih sebagai presiden pada Minggu setelah memenangkan 69 persen dari suara yang diberikan oleh anggota parlemen nasional dan negara.

Menurut konstitusi, perdana menteri mewenangi sebagian besar kekuasaan eksekutif di India, tetapi presiden dapat mengirimkan kembali beberapa rancangan undang-undang sebagai peninjauan kembali dan juga memainkan peran membimbing dalam proses membentuk pemerintah.

Ini bisa sangat penting dalam pemilihan umum berikutnya - yang diadakan pada tahun 2014 - yang diperkirakan akan menghasilkan parlemen yang retak yang akan berjuang dengan satu pemerintah koalisi stabil mendatang.

Mukherjee memiliki reputasi lintas partai sebagai perunding trampil, dan disebut oleh bocoran kabel kedutaan Amerika Serikat pada tahun 2009 sebagai "operator dan tukang pasang Partai Kongres."

Upacara Rabu akan memperlihatkan Mukherjee dan Presiden Pratibha Patil yang habis jabatannya berjalan dalam satu prosesi - disertai dengan marching band - dari istana presiden ke gedung parlemen untuk pengambilan sumpah secara resmi. Setelah mengambil sumpah jabatan di hadapan hakim agung India dan menerima 21 tembakan kehormatan, Mukherjee akan menyampaikan pidato di hadapan parlemen sebelum kembali ke istana presiden.

Meskipun dihormati lintas partai, kinerja Mukherjee sebagai menteri keuangan dikritik karena kegagalannya untuk mendorong melalui kebijakan yang bertujuan liberalisasi ekonomi India lebih lanjut.

Keluarnya dia dari kementerian untuk mencalonkan diri jabatan kepresidenan meningkatkan harapan para investor bahwa Perdana Menteri Manmohan Singh, yang mengambil alih portofolio keuangan, akan memulai reformasi yang terhenti seperti membuka sektor ritel untuk investasi asing.

(H-AK)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga