Rabu, 1 Oktober 2014

KPPU bangun dua sistem untuk persaingan sehat

Jumat, 27 Juli 2012 09:41 WIB | 1.708 Views
KPPU bangun dua sistem untuk persaingan sehat
KPPU (Antaranews/Grafis)
Jakarta (ANTARA News) - Untuk membangun iklim persaingan usaha yang sehat, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan membangun dua sistem, meliputi sitem database internal KPPU dan mengusahakan penjelasan soal persaingan masuk kurikulum pendidikan.

"Kami harapkan sistem database tersebut dapat menjadi pusat informasi kami untuk menunjang tugas kami mengawasi persaingan usaha di tanah air,” ujar Sekretaris KPPU Lilik Gani di ruang kerjanya, Rabu lalu.

Adapun latar belakang memakasukkan tema persaingan usaha dalam kurikulum pendidikan adalah demi membangun kesadaran pada masyarakat mengenai persaingan usaha yang sehat.

“Kami melihat salah satu penyebab belum terciptanya persaingan usaha yang sehat adalah masyarakat kurang memahami seperti apa bentuk persaingan yang sehat itu. Untuk itulah kami akan mengusahakan agar tema terkait persaingan usaha dapat dimasukkan ke kurikulum,” papar pria yang pernah bersekolah di Amerika Serikat itu.

Mengenai regulasi yang memayungi KPPU dalam menjalankan tugasnya, Lilik menilai sejauh ini regulasi yang telah ada sudah memadai. “Hanya tinggal dilengkapi oleh beberapa peraturan untuk melengkapinya,” tegasnya.

Kedelai

Lilik juga berbicara soal kelangkaan kedelai di tanah air. Untuk mengatasi soal ini, dia menyarankan pemerintah menaikkan pajak impor dari kedelai.

“Karena kalau pajak impor itu dinaikkan, maka harga jual kedelai di pasaran akan jauh lebih mahal dari kedelai lokal,” jelasnya.

Dengann demikian, ketika harga kedelai impor lebih mahal maka konsumen akan lebih memilih kedelai lokal.

“Pada ujungnya petani kedelai lokal dapat meraih keuntungan lantaran kian larisnya produk kedelai lokal yang terjual di pasaran sehingga dengan begitu dapat lebih mensejahterahkan kehidupan petani kedelai lokal,” paparnya.

Dia berpandangan, di masa mendatang Indonesia tidak lagi bergantung kepada pasokan kacang kedelai luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Saya juga mendukung langkah pemerintah yang akan lebih mengembangkan produksi kedelai lokal,” imbuhnya.
 
Lilik juga meminta pemerintah tegas menindak sejumlah pihak yang ditengarai menjadi spekulas di balik kelangkaan kedelai.

(ANTARA)


Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga