Kamis, 30 Oktober 2014

Kritik polisi lewat lagu, Rapper maroko dipenjara

| 2.174 Views
id penuanyi maroko dipenjara, rapper maroko, kritik polisi
Casablanca, Maroko (ANTARA News) - Sebuah pengadilan di Maroko, Jumat, menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada seorang penyanyi rap militan Mouad Belghouat (24) yang terbukti bersalah telah menjelekkan kepolisian.

Rapper yang lebih dikenal dengan nama Al Haqed (yang penuh kebencian) itu dijatuhi hukuman pada Mei atas lagu karyanya yang berjudul "Dogs of the State" (anjing-anjing negara) yang berisi kritikan terhadap polisi yang korupsi namun dinilai menghina seluruh petugas polisi.

Dalam persidangan, pengacaranya menyebut lagu tersebut sebagai salah satu ungkapan jiwa seni Belghouat yang seharusnya tidak dapat dihukum.

Belghouat telah mengarahkan kritiknya pada sebagian kecil dari polisi dan tidak semua orang, menurut pengacara Omar Benjelloun, yang menekankan kebebasan berbicara di persidangan.

Bukti utama yang memberatkan penyanyi rap itu adalah video YouTube yang berisi foto seorang polisi yang kepalanya telah diganti oleh kepala keledai.

Menurut Human Rights Watch, Belghouat mengaku tidak memiliki hubungan apapun dengan video itu, selain bahwa lagunya digunakan sebagai lagu latar video itu.

Organisasi HAM yang berkantor di New York itu menilai vonis itu menunjukkan "kesenjangan yang besar antara kebebasan berekspresi di konstitusi Maroko 2011 dan berlanjutnya intoleransi bagi mereka yang mengritik lembaga negara."

Menurut HRW, hukuman itu dijatuhkan hanya satu pekan sebelum pembukaan festival musik internasional Mawazine di Rabat yang diselenggarakan di bawah perlindungan Raja Mohammed VI.

HRW mengatakan bahwa lagu-lagu Belghouat yang mengecam "korupsi, ketidakadilan dan kesenjangan antara kemewahan yang megah dan kemiskinan di Maroko telah menjadikan sosok penyanyi itu sebagai salah satu suara pendukung reformasi dalam `gerakan pemuda 20 Februari` yang segera terjadi di Maroko setelah aksi unjuk rasa di sejumlah negara Arab pada awal 2011, demikian AFP.
(G003H-AK) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca