Senin, 22 Desember 2014

Menlu Suriah akan berunding dengan Iran

| 4.169 Views
id krisis suriah, konflik suriah, kerusuhan suriah, dukungan iran ke suriah, suriah dan iran, sekutu suriah
Menlu Suriah akan berunding dengan Iran
Seorang anak ditembak mati tentara Suriah saat orang tuanya dan puluhan orang menyeberangi perbatasan untuk mengungsi ke Yordania. Konflik yang tak kunjung usai membuat warga Suriah mencari perlindungan ke negara tetangga.(REUTERS/Muhammad Hamed)
Teheran (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah Walid al-Muallem akan berkunjung ke Teheran pada Minggu untuk mengadakan pembicaraan dengan pejabat Iran, kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan pendek yang dikutip AFP.

Lawatan itu dilakukan saat tentara Suriah bertempur dengan gerilyawan di kota kedua Suriah, Aleppo, dalam penyerangan yang dikhawatirkan kekuatan dunia akan membawa banyak korban di pihak warga serta menimbulkan bencana kemanusiaan.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, Muallem akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ali Akbar Saleh dan keduanya akan memberikan keterangan pers sekitar pukul 09.30 GMT.

Menurut laporan media Iran, Muallem juga akan bertemu dengan sejumlah pejabat Iran lainnya.

Kantor berita ISNA melaporkan tanpa mengungkapkan sumber informasi bahwa salah satu pejabat yang akan bertemu Muallem diantaranya pemimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Saeed Jalili, yang dekat dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khameinei.

Iran merupakan sekutu Suriah paling setia di Timur Tengah. Iran telah mengirimkan bantuan kemanusiaan dan memberikan dukungan diplomatik, namun menolak laporan yang mengatakan bahwa pihaknya juga mengirimkan dukungan militer ke Damaskus.

Kunjungan Muallem dilakukan setelah delegasi Suriah yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Omar Ghalawanji mengunjungi Teheran dan melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran pada hari Rabu (25/7) untuk membahas peningkatan kerjasama ekonomi.

Salah satu wakil presiden Iran, Ali Saidlou, mengatakan bahwa musuh-musuh Suriah "tidak akan berhasil" menekan Damaskus menyangkut pemberontakan yang saat ini sudah memasuki bulan ke-17.

Pejabat tinggi militer Iran, Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri, yang merupakan wakil panglima angkatan bersenjata Iran, mengatakan pada Selasa (24/7) bahwa sekutu-sekutu Suriah "tidak akan membiarkan rejim berganti" dan memperingatkan mereka akan mendaratkan "pukulan keras" terhadap musuh-musuh Damaskus.

Jazayeri menyebutkan musuh-musuh Suriah sebagai "pemerintahan jahat Amerika, Turki, Qatar, Arab Saudi dan sekutu-sekutu teroris lainnya" yang memerangi pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

(T008)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga